pedomanjogja.com (Sleman) - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Sleman menggelar nonton bareng (nobar) film dokumenter tentang Peristiwa 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai Kudatuli di Joglo Sambiroto, Puromartani, Kalasan, Sleman pada Sabtu (18/07/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan peristiwa 27 Juli sekaligus momentum refleksi atas perjalanan demokrasi di Indonesia.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sleman, pengurus PAC Kapanewon Kalasan, Satgas PDI Perjuangan, tokoh masyarakat, serta sejumlah mantan pengurus partai.
Melalui pemutaran film dokumenter, para peserta diajak mengenang Peristiwa 27 Juli 1996 yang menjadi salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjalanan demokrasi Indonesia. Peringatan ini juga dimaksudkan untuk mengingatkan kader partai agar tidak melupakan sejarah serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi dan hak asasi manusia.
Wakil Bupati Sleman yang juga menjabat sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Sleman, Danang Maharsa, mengatakan peringatan Kudatuli diharapkan menjadi pengingat bahwa perjuangan demokrasi lahir melalui proses yang panjang.
Menurut Danang, semangat yang lahir dari Peristiwa 27 Juli harus tetap menjadi pedoman bagi kader partai dalam berorganisasi dan mengabdi kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai demokrasi serta tidak melupakan sejarah sebagai bagian dari perjalanan bangsa.
"Kami ingin mengingatkan kembali bahwa perjuangan demokrasi harus terus dijaga. Jangan sampai kita melupakan sejarah yang pernah kita alami. Semangat itu harus tetap menjadi pegangan dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat dan rakyat Indonesia," ujarnya.
Selain nonton bareng, rangkaian peringatan juga diisi dengan sarasehan yang menghadirkan akademisi serta menghadirkan saksi maupun pelaku Peristiwa 27 Juli 1996 untuk berbagi pengalaman secara langsung.
Danang berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana edukasi bagi generasi muda agar memahami perjalanan panjang demokrasi di Indonesia.
Ia menegaskan, setiap perjuangan membutuhkan proses yang tidak mudah. Karena itu, generasi muda diharapkan mampu melanjutkan semangat perjuangan dengan tetap berpegang pada nilai-nilai demokrasi dan mengutamakan kepentingan masyarakat.
"Perjuangan yang abadi dan kemenangan yang abadi pasti dilalui dengan perjuangan yang panjang dan melelahkan," pungkasnya. (Fzn)