pedomanjogja.com (Bantul) – Lapangan panahan Gladian Jayandaru, Banguntapan, Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta dipenuhi semangat para atlet muda dari berbagai daerah dalam ajang Kejuaraan Nasional Gladi Panahan Kids dan Junior 2026. Kompetisi yang diikuti peserta dari 46 kabupaten di Indonesia ini menjadi salah satu event panahan usia dini terbesar tahun ini dengan total hadiah mencapai ratusan juta rupiah.
Ajang yang menjadi salah satu kompetisi panahan usia dini terbesar di tanah air ini diikuti oleh 1.030 peserta yang terdiri atas atlet, pelatih, dan official. Tidak hanya menjadi arena kompetisi, kejuaraan ini juga menjadi ruang pembinaan bagi generasi muda yang kelak diharapkan mampu membawa nama Indonesia ke pentas dunia.
Mengusung tema “Memanah untuk Prestasi, Berkompetisi dengan Sportivitas”, Gladi Panahan Kids dan Junior 2026 menegaskan bahwa olahraga panahan bukan sekadar soal mengenai sasaran. Lebih dari itu, panahan mengajarkan fokus, disiplin, kesabaran, ketenangan, dan kemampuan mengendalikan diri.
Ketua Pengurus Provinsi Perpani DIY, Gusti Bendoro Pangeran Haryo Kusumo Bimantoro, menyampaikan apresiasi kepada Waroeng SS dan Korem 072/Pamungkas Yogyakarta yang telah mendukung penuh penyelenggaraan kejuaraan tersebut.
Menurutnya, antusiasme peserta yang begitu besar menunjukkan bahwa pembinaan panahan usia dini terus berkembang di Indonesia.
"Bagi kami di Perpani Daerah Istimewa Yogyakarta, ini adalah sinyal yang sangat positif karena pembinaan usia dini teruslah tumbuh. Dan seperti kita tahu, dari tempat seperti inilah kelak akan lahir atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan tidak hanya nama daerah, namun nama besar bangsa Indonesia di tingkat internasional," ujarnya.
Bagi Kusumo, melalui perlombaan ini anak-anak sedang belajar menghadapi tekanan, mengasah kemampuan, sekaligus membangun mental juara yang akan menjadi bekal penting di masa depan.
Semangat serupa disampaikan pendiri Waroeng SS, Yoyok Hery Wahyono, yang selama ini konsisten mendukung penyelenggaraan Gladi Panahan sebagai bagian dari upaya pembinaan atlet panahan nasional. Ia menjelaskan bahwa pada tahun 2026, Gladi Panahan dikemas dalam dua segmen, yakni Kids dan Junior yang digelar bersamaan, serta Senior dan Barebow yang akan berlangsung pada Oktober mendatang.
Menurut Yoyok, proses melahirkan atlet hebat tidak bisa dilakukan secara instan. Dibutuhkan latihan yang konsisten, pembinaan berkelanjutan, serta dukungan dari klub dan organisasi olahraga.
"Insyaallah nanti para archer yang ada di hadapan saya adalah archer-archer yang nantinya akan mewujudkan mimpi panahan Indonesia, mewujudkan mimpi bangsa Indonesia untuk berjaya mengangkat nama harum Indonesia di ajang olimpiade," katanya.
Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan seorang atlet tidak hanya ditentukan oleh bakat, tetapi juga oleh proses panjang yang ditempuh sejak usia dini.
"Tanpa organisasi, tanpa klub, maka mustahil akan muncul atlet emas," tegasnya.
Dukungan terhadap pembinaan atlet muda juga datang dari Komandan Korem 072/Pamungkas, Brigjen TNI Yuniar Hartono. Dalam sambutannya, ia mengingatkan bahwa panahan memiliki jejak sejarah panjang di Nusantara.
"Kalau kita melihat di Candi Borobudur, relief panahan itu sudah terukir di abad ke-8 yang lalu," ungkapnya.
Menurut Yuniar, panahan bukan hanya olahraga untuk mengejar medali, melainkan juga sarana membentuk karakter, melatih fokus, dan menanamkan semangat untuk mencapai tujuan bersama.
Selain menjadi ajang adu kemampuan, kejuaraan ini juga menawarkan total hadiah sebesar Rp.301 Juta, yang terdiri dari Rp.95,5 juta untuk Gladi Panahan Kids #4 dan Rp.205,5 juta untuk Gladi Panahan Junior #4.
Panitia juga menyiapkan dua penghargaan khusus, yakni Piala Komandan Korem 072/Pamungkas Yogyakarta untuk kategori The Best Team serta Piala Direktur WSS Indonesia untuk kategori Best Archer. (Fzn)