PEDOMANJOGJA

Hindari Hoaks, Komunitas Jogja Menyapa Ajak Masyarakat Lebih Bijak Bermedia Sosial

Redaksi

Redaksi

20 Jul 2026, 18:11 WIB
Hindari Hoaks, Komunitas Jogja Menyapa Ajak Masyarakat Lebih Bijak Bermedia Sosial
Komunitas Jogja Menyapa mengajak masyarakat meningkatkan literasi digital melalui edukasi penggunaan media sosial secara bijak dan menangkal penyebaran berita hoaks di Yogyakarta.

pedomanjogja.com (Kulonprogo) - Arus informasi yang semakin cepat di media sosial membawa kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh berbagai informasi. Namun di balik kemudahan tersebut, ancaman penyebaran berita bohong atau hoaks, ujaran provokatif, hingga informasi yang belum terverifikasi juga semakin meningkat.


Kondisi itu menjadi perhatian Komunitas Jogja Menyapa. Melalui kegiatan bertajuk "Peran Media Sosial dalam Menanggulangi Penyebaran Hoaks serta Edukasi Penggunaan Media Sosial Secara Bijak" yang digelar pada Senin (20/7/2026), komunitas tersebut mengajak masyarakat untuk meningkatkan literasi digital dan lebih bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.


Kegiatan yang diikuti puluhan anggota Komunitas Jogja Menyapa ini menjadi ruang diskusi sekaligus edukasi mengenai pentingnya memilah informasi sebelum disebarluaskan. Para peserta diajak memahami dampak penyebaran hoaks yang tidak hanya menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, tetapi juga berpotensi memecah persatuan serta mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).


Ketua Komunitas Jogja Menyapa, Tomy Samudra, mengatakan media sosial saat ini menjadi salah satu sumber informasi yang paling cepat diakses masyarakat. Karena itu, setiap pengguna memiliki tanggung jawab untuk memastikan informasi yang diterima maupun dibagikan telah melalui proses verifikasi.


"Media sosial memberikan manfaat yang luar biasa apabila digunakan secara bijak. Namun sebaliknya, informasi yang tidak benar atau hoaks dapat dengan cepat menimbulkan kegaduhan dan keresahan di tengah masyarakat. Karena itu, setiap pengguna media sosial harus lebih teliti sebelum membagikan suatu informasi," ujar Tomy.


Menurutnya, kebiasaan sederhana seperti memeriksa sumber informasi, membandingkan dengan media yang kredibel, serta memastikan kebenaran isi berita dapat menjadi langkah efektif untuk menekan penyebaran hoaks di ruang digital.


Tomy juga mengingatkan masyarakat untuk menerapkan prinsip "Saring Sebelum Sharing", yakni tidak terburu-buru membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya. Ia mengimbau pengguna media sosial menghindari penyebaran konten yang bersifat provokatif, menyesatkan, maupun mengandung ujaran kebencian.


Melalui kegiatan tersebut, Komunitas Jogja Menyapa berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi digital semakin meningkat. Dengan membiasakan diri menyebarkan informasi yang akurat, positif, dan dapat dipertanggungjawabkan, masyarakat dinilai dapat ikut menciptakan ruang digital yang sehat sekaligus menjaga situasi yang kondusif di Daerah Istimewa Yogyakarta.


Komunitas Jogja Menyapa juga berkomitmen mendorong kegiatan edukasi serupa dilakukan secara berkelanjutan agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya menjadi pengguna media sosial yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab dalam menangkal penyebaran berita hoaks. (Ris)


💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Jadilah yang pertama berdiskusi...