PEDOMANJOGJA

Ribuan Ayam Dibagikan Gratis di Malioboro, Jeritan Peternak di Tengah Melambungnya Harga Pakan

Redaksi

Redaksi

10 Aug 2026, 20:09 WIB
Ribuan Ayam Dibagikan Gratis di Malioboro, Jeritan Peternak di Tengah Melambungnya Harga Pakan
Aksi bagi-bagi ayam secara gratis yang dilakukan Forum Peternak Ayam Petelur DIY menggelar aksi bagi bagi ayam geratis bagi warga dan wisatawan malioboro sebagi bentuk protes atas tingginya biaya pakan ternak dan biaya produksi yang semakin membebani usaha mereka.

pedomanjogja.com (Yogyakarta) – Keramaian Jalan Malioboro pada Senin pagi tampak berbeda dari biasanya. Ribuan ayam petelur dibagikan secara gratis kepada warga dan wisatawan.


Sejak pagi, ratusan orang memadati sejumlah titik di sepanjang Malioboro. Mereka berkerumun di sekitar mobil bak terbuka yang membawa ayam petelur. Sebagian rela menunggu cukup lama, sementara yang lain berdesakan demi mendapatkan satu ekor ayam yang dibagikan tanpa dipungut biaya.


Di balik antusiasme warga tersebut, tersimpan kegelisahan para peternak ayam petelur di Daerah Istimewa Yogyakarta. Aksi bagi-bagi ayam yang dilakukan Forum Peternak Ayam Petelur DIY itu bukan sekadar kegiatan sosial, melainkan bentuk protes atas tingginya biaya produksi yang semakin membebani usaha mereka.


Bagi warga yang menerima, ayam gratis itu menjadi berkah tersendiri. Astuti, salah seorang warga yang ikut mengantre, mengaku senang mendapatkan ayam petelur yang nantinya akan dimasak untuk keluarganya.


“Di Malioboro dapat ayam tadi dari teman. Barusan saja. Buat masakin cucu,” ujarnya.


Tak hanya warga lokal, wisatawan yang tengah menikmati suasana Malioboro juga ikut merasakan manfaat dari aksi tersebut. Fitri, wisatawan asal Majenang, mengaku awalnya terkejut melihat keramaian yang terjadi. Setelah mengetahui ada pembagian ayam gratis, ia pun ikut mengantre dan berhasil membawa pulang seekor ayam.


“Di Malioboro bawa ayam. Tadi lagi main saja lewat, terus ada bagi-bagi. Semoga ke depan lebih terjangkau,” kata Fitri.


Harga Pakan Terus Naik


Di tengah ramainya pembagian ayam gratis, para peternak sebenarnya sedang menyuarakan persoalan yang mereka hadapi selama beberapa bulan terakhir.

Sigit, salah seorang peternak ayam petelur, mengatakan harga pakan terus mengalami kenaikan sejak Mei lalu. Jika sebelumnya harga pakan berada di kisaran Rp6.000 per kilogram, kini telah menyentuh Rp8.000 per kilogram.


Kenaikan itu dinilai sangat memberatkan karena pakan menjadi komponen biaya terbesar dalam usaha peternakan ayam petelur. Untuk memelihara sekitar 1.000 ekor ayam saja, kebutuhan pakan per hari dapat mencapai 100 kilogram.


Di sisi lain, harga jual telur belum mampu mengikuti kenaikan biaya produksi. Harga telur di pasaran saat ini disebut masih berada di bawah Rp20.000 per kilogram sehingga margin keuntungan peternak semakin menipis.


Menurut Sigit, kondisi tersebut membuat banyak peternak harus berjuang keras untuk mempertahankan usahanya. Karena itu, mereka memilih melakukan aksi yang mudah dipahami masyarakat agar persoalan yang dihadapi peternak mendapat perhatian lebih luas.


“Dalam rangka memperjuangkan kepentingan peternak. Beberapa bulan gara-gara harga pakan mahal, kami berusaha bertahan memberi protein kepada masyarakat. Harga pakan tiap bulan naik. Sekarang Rp8.000 per kilo,” ujarnya.


Dalam aksi tersebut, sedikitnya 1.500 ekor ayam petelur yang berasal dari peternak di wilayah Bantul dan Sleman dibagikan secara gratis kepada masyarakat.


Aspirasi Disampaikan ke DPRD DIY


Setelah aksi di Malioboro selesai, para peternak melanjutkan langkah mereka dengan mendatangi Kantor DPRD DIY untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.


Perwakilan peternak diterima oleh Sekretariat DPRD DIY bersama dinas terkait guna membahas berbagai persoalan yang tengah dihadapi sektor peternakan ayam petelur.


Yudi Ismono dari Sekretariat DPRD DIY mengatakan pihaknya menerima aspirasi para peternak atas arahan pimpinan DPRD. Masukan yang disampaikan peternak akan diteruskan kepada instansi terkait agar dapat segera ditindaklanjuti.


“Saya diminta dari pimpinan DPRD mewakili menerima teman-teman peternak ayam petelur, menghadirkan dinas terkait untuk mengakomodasi masukan dari permasalahan yang ada. Akan diteruskan ke dinas terkait dan secara politik ke partai agar permasalahan bisa segera diatasi,” kata Yudi.


Para peternak berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk menekan harga pakan atau menghadirkan solusi yang mampu menjaga keberlangsungan usaha peternakan rakyat.


Sebab bagi mereka, aksi membagikan ribuan ayam gratis di jantung Kota Yogyakarta bukan sekadar unjuk rasa. Aksi itu merupakan gambaran nyata tentang beratnya kondisi yang sedang dihadapi peternak, ketika biaya produksi terus naik sementara hasil usaha tak kunjung mampu menutupi pengeluaran. Jika situasi tersebut berlarut-larut, mereka khawatir semakin banyak peternak yang tidak mampu bertahan dan terpaksa menghentikan usahanya. (Fzn)

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Jadilah yang pertama berdiskusi...