PEDOMANJOGJA

UGM Sambut 11.099 Mahasiswa Baru, PIONIR 2026 Jadi Awal Pembentukan Karakter Gadjah Mada Muda

Redaksi

Redaksi

04 Aug 2026, 08:54 WIB
UGM Sambut 11.099 Mahasiswa Baru, PIONIR 2026 Jadi Awal Pembentukan Karakter Gadjah Mada Muda
Sebanyak 11.099 mahasiswa baru UGM Yogyakarta mengikuti kegiatan Pionir 2026 yang mengusung tema "Mengukir Jati Diri Gadjah Mada Muda, Berdikari Membangun Bangsa".

pedomanjogja.com (Sleman) – Universitas Gadjah Mada (UGM) resmi membuka rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PIONIR) Gadjah Mada 2026 melalui Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana dan Sarjana Terapan Tahun Akademik 2026/2027 di Lapangan Pancasila UGM, Senin (3/8/2026).


Sebanyak 11.099 mahasiswa baru mengikuti kegiatan yang mengusung tema "Mengukir Jati Diri Gadjah Mada Muda, Berdikari Membangun Bangsa". PIONIR menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mengenal kehidupan kampus, membangun karakter, sekaligus menginternalisasikan nilai-nilai ke-UGM-an.


Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menyampaikan selamat datang kepada seluruh mahasiswa baru yang kini resmi menjadi bagian dari keluarga besar UGM. Menurutnya, masa awal perkuliahan merupakan momentum penting bagi mahasiswa untuk mengenali potensi diri sekaligus mempersiapkan diri menjadi pribadi yang berintegritas dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.


"Gadjah Mada Muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang mampu mengembangkan potensi diri, menginternalisasikan nilai-nilai luhur dan jati diri Universitas Gadjah Mada, serta memberikan kontribusi yang berdampak, baik di tingkat lokal maupun global," ujar Ova Emilia.


Ia menjelaskan, PIONIR dirancang bukan sekadar kegiatan pengenalan kampus, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran awal untuk memperkuat karakter mahasiswa agar mampu menjadi pelopor yang memiliki kepedulian, kepekaan, dan empati terhadap berbagai persoalan di masyarakat.


"Melalui PIONIR, mahasiswa dibangun fondasi karakter agar menjadi pelopor dan inisiator, memiliki kepedulian, kepekaan, dan empati terhadap sesama serta lingkungan," katanya.


Dalam laporannya, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si., menyampaikan bahwa UGM menerima 11.099 mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2026/2027. Jumlah tersebut terdiri atas 9.154 mahasiswa Program Sarjana dan 1.945 mahasiswa Program Sarjana Terapan.


Dari jumlah tersebut, sebanyak 4.828 mahasiswa laki-laki dan 6.271 mahasiswa perempuan. Selain itu, terdapat 1.101 mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) atau sekitar 9,92 persen, serta 54 mahasiswa asing yang mengikuti program sarjana maupun double degree.


"Mahasiswa baru tahun ini berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. Hal ini kembali menunjukkan peran UGM sebagai universitas nasional yang mempertemukan keberagaman anak bangsa," ujar Arie.


Menurutnya, tema PIONIR tahun ini dipilih untuk mendorong mahasiswa mengenali jati diri melalui semangat berdikari, kolaborasi, dan kepedulian terhadap sesama.

Sebagai bagian dari penguatan komitmen terhadap keberlanjutan, PIONIR 2026 juga menghadirkan materi Green Campus yang diwujudkan melalui Action Plan bertema "Sinergi Gadjah Mada Muda, Srawung Wujudkan Aksi Nyata". Program tersebut akan dilaksanakan di 20 kelurahan dan kalurahan, terdiri atas enam kalurahan di Kabupaten Sleman dan 14 kelurahan di Kota Yogyakarta.


"Action Plan menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk berkolaborasi, mengasah kepedulian sosial, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat sejak awal menjadi Gadjah Mada Muda," ungkap Arie.


Ia berharap seluruh rangkaian PIONIR menjadi fondasi bagi mahasiswa untuk tumbuh sebagai pembelajar sekaligus agen perubahan yang mampu mewujudkan kampus yang hijau, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat.


Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta KGPAA Paku Alam X, mewakili Gubernur DIY, menerima secara simbolis penyerahan mahasiswa baru dari Rektor UGM. Prosesi tersebut menjadi simbol diterimanya para Gadjah Mada Muda sebagai bagian dari masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta selama menempuh pendidikan.


"Saya berharap mahasiswa bisa merasakan semangat ini dan memanfaatkannya untuk berkembang menjadi generasi muda yang inklusif dan penuh kepedulian," ujar Paku Alam X.


Ia juga mengingatkan bahwa masa kuliah merupakan waktu terbaik untuk memperluas wawasan, memperkaya pengalaman, serta membangun karakter yang berlandaskan nilai keilmuan, kebudayaan, dan kebangsaan.


"Semoga perjalanan ini membentuk Gadjah Mada Muda menjadi insan yang senantiasa berlandaskan pada nilai keilmuan, kebudayaan, dan kebangsaan," pungkasnya. (Hyu)

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Jadilah yang pertama berdiskusi...