pedomanjogja.com (Sleman) – Suasana berbeda tampak di salah satu pusat perbelanjaan di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu (2/8/2026). Puluhan ekor ayam kate tampil bak model di hadapan pengunjung dalam ajang Kontes Ayam Kate Tingkat Nasional yang digelar Paguyuban Kate Indonesia untuk menyemarakkan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia.
Tak sekadar memamerkan keindahan, hampir 100 ekor ayam kate dari berbagai daerah di Indonesia saling bersaing memperebutkan gelar terbaik dalam lima kategori lomba, yakni anakan, remaja, betina, jantan, hingga kategori Best of the Best.
Beragam aspek menjadi penilaian dewan juri, mulai dari postur tubuh, kualitas dan kerapian bulu, tinggi badan ayam, pose saat tampil, hingga kondisi kesehatan ayam.
Penyelenggara kegiatan, Andika, mengatakan kontes ini merupakan agenda nasional yang diikuti peserta dari berbagai daerah, seperti Kebumen, Magelang, Solo, Wonogiri, Ambarawa, hingga Yogyakarta.
"Event nasional ayam kate ini digelar dalam rangka menyambut HUT RI. Ada beberapa kelas yang diperlombakan, mulai dari anakan, remaja, jantan, betina hingga dipilih lima nominasi terbaik untuk melaju ke babak berikutnya. Kami juga memperebutkan Piala Gubernur DIY untuk kategori Best of the Best," ujar Andika.
Menurutnya, antusiasme peserta terus meningkat setiap tahun. Selain menjadi ajang silaturahmi para penghobi ayam hias, kontes juga menjadi sarana meningkatkan kualitas ternak ayam kate di Indonesia.
Salah satu peserta asal Kebumen, Danuaji, mengaku sengaja datang ke Sleman untuk mengikuti kompetisi dengan membawa ayam kate andalannya. Ia menilai kontes seperti ini menjadi wadah bagi para penghobi untuk saling bertukar pengalaman sekaligus mengukur kualitas ayam peliharaan.
"Saya membawa satu ayam untuk mengikuti kelas dewasa. Yang dinilai itu bukan hanya bentuk tubuhnya, tetapi juga kerapian bulu, kaki, jengger, hingga penampilannya secara keseluruhan. Itu yang membuat ayam kate menarik untuk dipelihara," kata Danuaji.
Tak hanya menarik perhatian para penghobi, kontes ayam kate juga menjadi hiburan bagi pengunjung mal. Banyak keluarga yang sengaja berhenti menyaksikan jalannya perlombaan, bahkan mengajak anak-anak mengenal beragam jenis ayam hias. Salah seorang pengunjung, Ima, mengaku tidak menyangka pusat perbelanjaan bisa menghadirkan kegiatan edukatif seperti kontes ayam kate.
"Kami kebetulan sedang jalan-jalan saat liburan. Menarik sekali karena anak-anak jadi tahu kalau ayam itu banyak jenisnya. Jadi bukan hanya belanja, tetapi juga bisa belajar dan mendapat hiburan. Ini pertama kali saya melihat langsung kontes seperti ini," ujarnya.
Selain memperebutkan Piala Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, para pemenang juga memperoleh hadiah uang tunai dengan total jutaan rupiah. Bagi para penghobi, gelar juara dalam kontes seperti ini tidak hanya menjadi prestise, tetapi juga dapat meningkatkan nilai jual ayam kate yang berhasil meraih predikat terbaik. (Har)