Pedomanjogja.com (Sleman) – Masyarakat Yogyakarta mendapat kesempatan memperoleh sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau melalui Gerakan Pangan Murah yang digelar Polda DIY. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dan menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Gerakan pangan murah tersebut juga menjadi agenda rutin yang digelar setiap bulan. Selain membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih rendah, kegiatan ini ditujukan untuk mendukung ketersediaan dan ketahanan pangan di DIY.
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol. Ichsan mengatakan, pelaksanaan gerakan pangan murah merupakan bentuk kehadiran Polri dalam membantu masyarakat, terutama di tengah kondisi harga kebutuhan pokok yang dinamis.
"Gerakan pangan murah ini sudah menjadi kegiatan rutin yang kita laksanakan setiap bulan dalam rangka membantu masyarakat untuk mendapatkan bahan pokok yang harganya lebih terjangkau atau sedikit lebih murah dibandingkan yang ada di pasar," ujar Ichsan.
Siapkan 600 Paket per Hari
Dalam pelaksanaan kali ini, Polda DIY menyiapkan sekitar 600 paket bahan pokok setiap hari. Sejumlah komoditas yang disediakan antara lain beras, minyak, bawang merah, dan bawang putih.
Menurut Ichsan, selisih harga sejumlah komoditas dengan harga di pasaran dapat mencapai sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000.
"Kita sudah menyiapkan setiap harinya ada sekitar 600 paket untuk semua komoditas, antara lain ada beras premium, kemudian juga ada minyak, bawang putih, bawang merah yang harganya lumayan murah," katanya.
Kegiatan tersebut dibuka mulai pukul 07.30 WIB hingga seluruh paket yang disediakan habis.
Untuk pembelian, panitia menyediakan sistem kupon agar pelaksanaan lebih tertib. Namun, masyarakat yang tidak mendapatkan kupon tetap dapat datang dan dilayani selama paket masih tersedia.
"Kami juga melayani masyarakat yang tidak memiliki kupon. Silakan hadir untuk mendapatkan sembako murah yang disiapkan," ujar Ichsan.
Paket beras yang disediakan memiliki ukuran lima kilogram dengan pilihan beras premium dan jenis beras lainnya. Pembelian juga dibatasi sekitar dua hingga tiga paket per orang untuk menjaga pemerataan.
Warga Merasa Terbantu
Gerakan pangan murah tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Salah seorang warga, Lestari, mengaku terbantu dengan adanya kegiatan tersebut karena harga sejumlah kebutuhan pokok lebih rendah dibandingkan harga di pasar.
Lestari membeli paket kebutuhan pokok yang berisi antara lain beras, minyak, tepung, margarin, dan mi instan. Ia menyebut total belanja yang dikeluarkannya sekitar Rp283 ribu.
Menurut Lestari, terdapat selisih harga sekitar Rp2.000 hingga Rp5.000 untuk sejumlah barang yang dibelinya.
"Di sini Rp65 ribu. Di pasaran biasa Rp70 ribu, Rp80 ribu. Di sini Rp65 ribu, lumayan Rp5 ribu," kata Lestari.
Ia mengaku keberadaan pasar murah tersebut sangat membantu, terutama karena kondisi ekonominya saat ini.
"Sangat membantu, Mas. Terutama saya yang pengangguran," ujarnya. (Fzn)