pedomanjogja.com (Sleman) – Bupati Sleman Harda Kiswaya menghadiri Pengajian Hari Bermuhammadiyah Kabupaten Sleman yang digelar di kawasan Museum Gunungapi Merapi (MGM), Kapanewon Pakem, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan yang diikuti ribuan warga Muhammadiyah tersebut berlangsung semarak dan menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Pengajian dihadiri jajaran Pimpinan Muhammadiyah tingkat daerah hingga cabang, serta ribuan jemaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Sleman. Dalam sambutannya, Harda Kiswaya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia melalui penguatan mental, moral, dan spiritual masyarakat.
"Pengajian bukan hanya sarana menambah ilmu agama, tetapi juga memperkuat karakter, membentengi diri dari pengaruh negatif, serta mempererat ukhuwah Islamiyah," ujar Harda.
Ia menilai kegiatan keagamaan seperti Pengajian Hari Bermuhammadiyah memiliki peran penting sebagai benteng moral di tengah perkembangan teknologi dan dinamika sosial yang terus berubah. Karena itu, pemerintah daerah mengapresiasi kontribusi Muhammadiyah yang selama ini aktif mendukung pembangunan masyarakat melalui bidang pendidikan, kesehatan, sosial, dan dakwah.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pakem, R. Agung Nugroho, selaku tuan rumah menyampaikan terima kasih atas kehadiran Bupati Sleman dan antusiasme masyarakat yang mengikuti pengajian. Menurutnya, jumlah peserta yang hadir melebihi perkiraan panitia.
"Kita siapkan tujuh ribu snack, dan ternyata kurang. Berarti jumlah yang hadir saat ini lebih dari tujuh ribu jamaah," kata Agung.
Ia berharap momentum Hari Bermuhammadiyah dapat semakin mempererat ukhuwah antarwarga Muhammadiyah sekaligus menghadirkan keberkahan bagi masyarakat Kabupaten Sleman.
Pengajian tersebut menghadirkan Dr. Ahmad Munir, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Ponorogo periode 2010–2015, sebagai penceramah utama.
Selain pengajian, panitia juga menggelar berbagai kegiatan untuk menyemarakkan Hari Bermuhammadiyah, di antaranya bazar UMKM, aksi donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta gelar potensi warga Muhammadiyah. Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana syiar Islam, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas. (Mgs)