PEDOMANJOGJA

Mensos Libatkan Ribuan Taruna TNI-Polri Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Saat MPLS

Redaksi

Redaksi

01 Aug 2026, 09:14 WIB
Mensos Libatkan Ribuan Taruna TNI-Polri Dampingi Siswa Sekolah Rakyat Saat MPLS
Menteri Sosial Saifullah Yusuf bersama rombongan, melihat langsung demo dari Taruna yang sedang memberikan materi kepada siswa sekolah rakyat tentang kedisipinan dan kebersihan.

Pedomanjogja.com (Sleman) – Kementerian Sosial (Kemensos) melibatkan lebih dari seribu taruna dari TNI dan Polri untuk mendampingi siswa Sekolah Rakyat selama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Program bertajuk Taruna Bakti Sekolah Rakyat 2026 ini bertujuan memperkuat kedisiplinan, pendidikan karakter, serta membentuk budaya kehidupan berasrama bagi para siswa.


Pemberangkatan Taruna Bakti Sekolah Rakyat dipimpin langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Lapangan Base Ops Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Sabtu (1/8/2026).


Saifullah Yusuf mengatakan, keterlibatan taruna TNI dan Polri difokuskan untuk membimbing siswa Sekolah Rakyat selama masa pengenalan lingkungan sekolah. Para taruna telah dibekali materi mengenai pembinaan kepramukaan, kehidupan berasrama, hingga penerapan disiplin dalam aktivitas sehari-hari.


"Kita memberangkatkan taruna dari TNI maupun Polri untuk membimbing dan mendampingi siswa Sekolah Rakyat pada masa MPLS. Mereka akan membimbing di bidang kepramukaan, kehidupan asrama, serta bagaimana disiplin diterapkan dalam setiap kegiatan di Sekolah Rakyat," kata Saifullah Yusuf.


Menurutnya, Sekolah Rakyat merupakan program Presiden Prabowo yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga paling tidak mampu. Karena menerapkan sistem berasrama, pembentukan karakter dan kedisiplinan menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.


"Kita memang membutuhkan bimbingan dari TNI dan Polri dalam rangka penguatan kedisiplinan dan pendidikan karakter. Kita ingin lulusan Sekolah Rakyat tidak hanya pintar, tetapi juga berkarakter, cinta tanah air, sopan, memiliki kedisiplinan tinggi, dan tangguh," ujarnya.


Ia menambahkan, pola pembinaan di lingkungan pendidikan TNI dan Polri menjadi salah satu inspirasi bagi Sekolah Rakyat. Semangat kedisiplinan yang diterapkan sejak bangun hingga kembali beristirahat diharapkan dapat ditularkan kepada para siswa yang berasal dari berbagai latar belakang.


"Semangat-semangat itu yang ingin kita tularkan kepada siswa-siswa Sekolah Rakyat yang datang dari berbagai latar belakang dan lingkungan," katanya.


Saifullah menjelaskan, selama satu tahun terakhir penyelenggaraan Sekolah Rakyat telah mendapat pendampingan dari personel TNI dan Polri di 166 titik. Namun pada tahun ini, untuk pertama kalinya para taruna dilibatkan secara langsung melalui Program Taruna Bakti Sekolah Rakyat.


"Alhamdulillah, tahun ini pimpinan TNI dan Polri di bawah koordinasi Kementerian Pertahanan memberikan kesempatan kepada para taruna untuk hadir seperti semacam KKN di Sekolah Rakyat. Ini sesuatu yang memang kami butuhkan," ucapnya.


Pada tahun 2026, lebih dari seribu taruna dan pendamping diterjunkan ke 172 titik Sekolah Rakyat di berbagai daerah di Indonesia. Setiap sekolah akan didampingi sekitar lima taruna selama lima hari pelaksanaan MPLS.


Saifullah berharap kehadiran para taruna dapat membantu kepala sekolah dan tenaga kependidikan dalam membangun budaya disiplin serta karakter siswa sejak awal memasuki lingkungan Sekolah Rakyat.


"Program ini sudah dimulai hari ini. Kita akan melihat pelaksanaannya selama lima hari ke depan, dan para kepala sekolah serta tenaga kependidikan telah siap menerima kehadiran para taruna," pungkasnya. (Mgs)


💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Jadilah yang pertama berdiskusi...