PEDOMANJOGJA

Selamat Jalan, Maestro Lukis Nasirun

Redaksi

Redaksi

02 Aug 2026, 07:56 WIB
Selamat Jalan, Maestro Lukis Nasirun
Kabar duka menyelimuti dunia seni rupa Indonesia. Maestro seni rupa yang berkarya dan menetap di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nasirun, meninggal dunia di usia 60 tahun pada Sabtu (1/8/2026).

pedomanjogja.com (Bantul) – Kabar duka menyelimuti dunia seni rupa Indonesia. Maestro seni rupa yang berkarya dan menetap di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Nasirun, meninggal dunia di usia 60 tahun pada Sabtu (1/8/2026) pagi di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Yogyakarta.


Kabar wafatnya seniman kelahiran Cilacap, Jawa Tengah, itu dibenarkan oleh salah seorang tetangganya di Perumahan Bayeman Permai, Onggobayan, Kalurahan Ngestiharjo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul, Bimo Aditya.


"Benar, ini saya persiapan menuju ke rumah duka," ujar Bimo, Sabtu pagi.

Saat dihubungi sekitar pukul 08.00 WIB, Bimo mengatakan jenazah Nasirun masih berada di Rumah Sakit AMC Muhammadiyah Yogyakarta sebelum dibawa ke rumah duka.


"Jenazah masih di RS AMC. Informasinya jenazah akan dimakamkan di Makam Seniman Girisapto Imogiri, Bantul," katanya.


Kepergian Nasirun cukup mengejutkan bagi orang-orang terdekatnya. Menurut Bimo, dirinya masih sempat berbincang dengan almarhum pada Jumat (31/7/2026) sore. Meski demikian, beberapa waktu terakhir Nasirun diketahui sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya.


"Tapi memang akhir-akhir ini mengeluh dada sakit dan ada asam lambung," ungkapnya.


Sesuai rencana keluarga, jenazah dimakamkan di Makam Seniman Girisapto Imogiri, Tilamat, Kalurahan Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul, pada Sabtu siang sekitar pukul 14.00 WIB.


Kiprah Maestro Seni Rupa Indonesia


Nasirun merupakan salah satu maestro seni rupa Indonesia yang dikenal luas melalui karya-karyanya yang khas dan autentik. Lukisan-lukisannya memadukan unsur budaya Jawa dengan gaya ekspresi yang kuat, sehingga menjadikannya salah satu perupa paling berpengaruh di Indonesia.


Lahir di Kabupaten Cilacap pada 1 Oktober 1965 dari keluarga sederhana yang bekerja sebagai buruh dan petani, Nasirun menempuh pendidikan di Sekolah Seni Rupa Yogyakarta sebelum melanjutkan studi di Jurusan Seni Lukis Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dan lulus pada 1994.


Sepanjang kariernya, Nasirun aktif menggelar berbagai pameran tunggal maupun pameran bersama di Yogyakarta, Jakarta, hingga sejumlah negara di Asia Tenggara, Eropa, dan Amerika. Kiprahnya di dunia seni juga membawanya meraih berbagai penghargaan bergengsi, termasuk Philip Morris Award 1997.


Pada 2025, Nasirun juga dipercaya Kementerian Kebudayaan menjadi narasumber dalam program Belajar Bareng Maestro (BBM), yang mempertemukan 60 seniman muda dari berbagai daerah di Indonesia untuk belajar langsung dari para maestro seni.


Tinggalkan Keluarga dan Warisan Seni


Kepergian Nasirun meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan komunitas seni rupa Indonesia. Almarhum meninggalkan seorang istri, Supartilah, serta tiga orang anak, yakni Ima Bunga Insan Sani, Yudhistira Nurul Asmi, dan Nawarna Ratna Mutu Manikam.


Meski berasal dari keluarga yang jauh dari dunia seni, keterbatasan ekonomi tidak pernah menghalangi tekad Nasirun untuk menjadi seorang perupa. Justru pengalaman hidup tersebut membentuk karakter serta semangat berkarya yang kemudian melahirkan berbagai karya yang tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga mendapat apresiasi di tingkat internasional.


Kepergian Nasirun menjadi kehilangan besar bagi dunia seni rupa Indonesia. Namun, jejak karya dan dedikasinya dalam mengangkat nilai-nilai budaya melalui seni diyakini akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi seniman berikutnya. (Mgs)



💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Jadilah yang pertama berdiskusi...