pedomanjogja.com (Sleman) – Fakultas Peternakan (Fapet) Universitas Gadjah Mada (UGM) meresmikan Pusat Kajian dan Olahraga Berkuda sebagai fasilitas terpadu yang mengintegrasikan kegiatan akademik, penelitian, pelatihan, hingga layanan olahraga berkuda bagi masyarakat umum.
Peresmian fasilitas yang berada di kawasan Fakultas Peternakan UGM tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Fapet UGM dan Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PORDASI) Jawa Tengah, Jumat (24/7/2026). Nota kesepahaman ditandatangani oleh Dekan Fapet UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPU., ASEAN Eng., bersama Ketua PORDASI Jawa Tengah, Dr. Ir. Danang Eko Yulianto, S.Pt., M.Si., IPM.
Dekan Fapet UGM, Prof. Budi Guntoro, mengatakan pembangunan Sekolah Berkuda merupakan bagian dari pengembangan fasilitas olahraga sekaligus inovasi dalam mendukung kurikulum dan proses pembelajaran yang telah dikembangkan di Fakultas Peternakan.
Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan mampu menjadi model pengelolaan sekolah berkuda berstandar internasional yang dapat diterapkan di berbagai daerah di Indonesia.
"Kami ingin menghadirkan model pengelolaan sekolah berkuda yang dapat direplikasi oleh masyarakat sebagai standar pengembangan olahraga berkuda di Indonesia," ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Aset, dan Sistem Informasi UGM, Arief Setiawan Budi Nugroho, S.T., M.Eng., Ph.D., menyambut baik kehadiran fasilitas tersebut. Ia menilai Pusat Kajian dan Olahraga Berkuda tidak hanya mendukung pengembangan ilmu peternakan, tetapi juga memperluas layanan kepada masyarakat melalui aktivitas olahraga dan edukasi.
Ia berharap keberadaan fasilitas baru tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi sivitas akademika maupun masyarakat umum.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Ternak Fapet UGM, Ir. Tian Jihadhan Wankar, S.Pt., M.Sc., Ph.D., IPP., menjelaskan bahwa Sekolah Berkuda juga dirancang untuk mendukung program terapi bagi anak berkebutuhan khusus.
Fasilitas ini terbuka bagi sekolah maupun lembaga yang ingin menjalin kerja sama, baik untuk kegiatan terapi maupun pelatihan berkuda sejak usia dini.
Menurutnya, lokasi sekolah berkuda yang berada di kawasan kampus UGM menjadi salah satu keunggulan karena mudah dijangkau masyarakat.
Rangkaian peresmian ditutup dengan parade dan pengenalan kuda milik Fakultas Peternakan UGM yang akan digunakan dalam kegiatan Sekolah Berkuda. Acara juga diisi dengan simulasi latihan berkuda yang diperagakan oleh dosen Fapet UGM, Prof. Ir. Tety Hartatik, S.Pt., Ph.D., IPM., bersama tim Pusat Pengembangan Ternak Fapet UGM.
Melalui kehadiran Pusat Kajian dan Olahraga Berkuda ini, Fapet UGM berharap dapat menghadirkan ruang kolaborasi antara dunia akademik, olahraga, penelitian, dan pelayanan masyarakat, sekaligus mendukung pengembangan olahraga berkuda di Indonesia. (Hyu)