PEDOMANJOGJA

Siswa SLB Bina Siwi Bantul Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan, Anas Vianto Juara I LKSN Nasional 2026

Redaksi

Redaksi

08 Aug 2026, 10:07 WIB
Siswa SLB Bina Siwi Bantul Buktikan Keterbatasan Bukan Halangan, Anas Vianto Juara I LKSN Nasional 2026
Di Usia 17 tahun tak membuat Anas Vianto berhenti bermimpi. Di tengah keterbatasan intelektual yang dimilikinya, siswa SLB Bina Siwi Pajangan, Kabupaten Bantul berhasil meraih Juara I Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN) 2026 cabang tata busana.

pedomanjogja.com (Bantul) – Usia 17 tahun tak membuat Anas Vianto berhenti bermimpi. Di tengah keterbatasan intelektual yang dimilikinya, siswa SLB Bina Siwi Pajangan, Kabupaten Bantul, ini justru mampu menunjukkan bahwa setiap anak memiliki kesempatan untuk berkembang dan berprestasi.


Anas berhasil meraih Juara I Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN) 2026 cabang tata busana. Hasil tersebut diumumkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada Jumat (7/8/2026).


Prestasi tersebut menjadi buah dari proses panjang yang dijalani Anas. Sebelumnya, ia terlebih dahulu meraih juara pada LKSN tingkat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).


Capaian itu kemudian mengantarkannya menjadi wakil DIY di tingkat nasional.

Berbeda dengan kompetisi secara langsung, LKSN tingkat nasional tahun ini dilaksanakan secara daring. Para peserta mengikuti perlombaan dengan mengirimkan video yang merekam proses pembuatan karya sesuai bidang yang dilombakan.


Untuk cabang tata busana, Anas menunjukkan keterampilannya melalui karya yang dibuatnya. Proses pembuatan video tersebut dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) DIY.


Kabar keberhasilan Anas menjadi juara nasional pun disambut penuh kebanggaan oleh keluarga besar SLB Bina Siwi.


Kepala SLB Bina Siwi, Mugiyanti, S.Pd., M.Pd., mengatakan prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi sekolah. Menurutnya, capaian Anas diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.


“Prestasi Anas diharapkan menjadi pelecut semangat bagi siswa-siswa lain di SLB Bina Siwi untuk terus belajar dan mengembangkan potensi yang dimiliki,” kata Mugiyanti.


Di balik prestasi tersebut, ada proses pendampingan yang dilakukan secara bertahap dan penuh kesabaran. Guru pembimbing Anas, Kisti Wardani, S.Pd., mengaku senang sekaligus bangga melihat keberhasilan anak didiknya.


Pendampingan dilakukan untuk membantu Anas mengembangkan keterampilannya di bidang tata busana. Proses belajar dan latihan yang dijalani akhirnya membuahkan hasil dengan diraihnya posisi tertinggi dalam LKSN tingkat nasional.


Bagi SLB Bina Siwi, keberhasilan Anas bukan sekadar tentang sebuah piala atau gelar juara. Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa kesempatan untuk berkarya dan berprestasi terbuka bagi setiap anak, termasuk siswa berkebutuhan khusus.


Dengan pembinaan yang tepat, kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, serta dukungan dari guru, keluarga, dan lingkungan, potensi siswa dapat terus berkembang.


Anas kini membawa pulang prestasi sebagai Juara I LKSN Nasional 2026 bidang tata busana sekaligus menjadi inspirasi dari ruang kelas di SLB Bina Siwi bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti berkarya dan meraih prestasi. (Hyu)

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Jadilah yang pertama berdiskusi...