PEDOMANJOGJA

Sleman Temple Run #11 Siap Digelar, Hadirkan Sensasi Lari Menembus Candi-Candi Berusia Ribuan Tahun

Redaksi

Redaksi

07 Aug 2026, 16:29 WIB
Sleman Temple Run #11 Siap Digelar, Hadirkan Sensasi Lari Menembus Candi-Candi Berusia Ribuan Tahun
Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman kembali menggelar ajang sport tourism Sleman Temple Run (STR) #11 yang akan berlangsung pada Minggu, 23 Agustus 2026.

pedomanjogja.com (Sleman) – Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman kembali menggelar ajang sport tourism Sleman Temple Run (STR) #11 yang akan berlangsung pada Minggu, 23 Agustus 2026, dengan lokasi start dan finis di Kompleks Candi Banyunibo, Kalurahan Bokoharjo, Kapanewon Prambanan. Tahun ini, penyelenggara menargetkan 1.000 peserta dari berbagai daerah.


Ajang yang mengusung konsep "Running Around Temples" tersebut menjadi salah satu event unggulan Kabupaten Sleman dalam mempromosikan pariwisata berbasis budaya dan olahraga. Berbeda dengan lomba lari pada umumnya, Sleman Temple Run menawarkan pengalaman berlari melintasi kawasan cagar budaya berupa candi-candi peninggalan Kerajaan Hindu-Buddha yang menjadi identitas Kabupaten Sleman sebagai "Kabupaten Seribu Candi."


Sekretaris Daerah Kabupaten Sleman, Abu Bakar, dalam konferensi pers di Dinas Pariwisata Sleman, Jumat (7/8/2026), mengatakan penyelenggaraan event ini merupakan bagian dari strategi promosi destinasi wisata melalui kegiatan yang mampu menghadirkan pengalaman berbeda bagi wisatawan.


Menurutnya, penyelenggaraan event wisata tidak hanya memperkenalkan destinasi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.


Sleman Temple Run telah diselenggarakan sejak 2015, sehingga tahun 2026 menjadi penyelenggaraan yang ke-11. Event ini merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Sleman dengan komunitas Trail Runners Yogyakarta.


Tahun ini tersedia tiga kategori lomba, yakni 7 kilometer, dengan biaya pendaftaran sebesar 375 ribu rupiah, kategori 15 kilometer,m dengan biaya pendaftaran 400 ribu rupiah dan kategori 30 kilometer, dengan biaya pendaftaran sebesar 600 ribu rupiah untuk kategori putra dan putri.


Rute yang dilalui para pelari menjadi daya tarik utama karena melewati sejumlah candi bersejarah, antara lain Candi Banyunibo, Candi Barong, Candi Ratu Boko, Candi Miri, dan Candi Ijo. Selain itu, peserta juga akan menikmati panorama sejumlah destinasi wisata seperti Tebing Breksi, Spot Riyadi, hingga kawasan Arca Gupala.


Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Edy Winarya menyebut Tidak hanya menyuguhkan keindahan alam dan warisan budaya, penyelenggara juga melibatkan masyarakat di sepanjang lintasan lomba. Warga dari Kalurahan Sambirejo, Wukirharjo, Madurejo, Bokoharjo, Gayamharjo, dan Sumberharjo akan menampilkan berbagai kesenian tradisional sebagai hiburan sekaligus penyemangat bagi para pelari.


Beragam fasilitas juga disiapkan bagi peserta, mulai dari race pack, jersey resmi, BIB Number, medali finisher, water station, tim medis, fisioterapis, marshal, dokumentasi foto, hiburan, hingga after race meal.


Untuk memacu semangat peserta, panitia menyediakan hadiah bagi para juara di setiap kategori. Pada kategori 30 kilometer, juara pertama akan memperoleh hadiah Rp7 juta, juara kedua Rp6 juta, dan juara ketiga Rp5 juta. Sementara kategori 15 kilometer masing-masing mendapatkan hadiah Rp4 juta, Rp3 juta, dan Rp2 juta, sedangkan kategori 7 kilometer memperoleh hadiah Rp3 juta, Rp2 juta, dan Rp1 juta.


Sleman Temple Run #11 juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Event ini telah memperoleh rekomendasi dari Asosiasi Lari Trail Indonesia dan terdaftar di International Trail Running Association (ITRA), sekaligus masuk dalam kalender lari internasional.


Melalui penyelenggaraan Sleman Temple Run ini, Edy Winarya berharap olahraga, pelestarian warisan budaya, serta pemberdayaan masyarakat lokal dapat berjalan beriringan sehingga semakin memperkuat posisi Sleman sebagai destinasi sport tourism berkelas internasional. (Fzn)

Topik Terkait: #Trending

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Jadilah yang pertama berdiskusi...