PEDOMANJOGJA

Komisi V DPR RI Tinjau Jembatan Kewek, Target Fungsional Saat Nataru 2026

Redaksi

Redaksi

11 Aug 2026, 18:35 WIB
Komisi V DPR RI Tinjau Jembatan Kewek, Target Fungsional Saat Nataru 2026
Anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, bersama Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, meninjau langsung proyek penggantian Jembatan Kewek, Selasa (11/8/2026).

pedomanjogja.com (Yogyakarta) – Aktivitas pembangunan Jembatan Kewek di Kota Yogyakarta terus dikebut. Di tengah pekerjaan konstruksi yang masih berlangsung, pemerintah dan legislatif memastikan jembatan yang menjadi salah satu penyangga kawasan Malioboro itu dapat kembali difungsikan pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026.


Target tersebut disampaikan saat anggota Komisi V DPR RI, Danang Wicaksana Sulistya, bersama Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, meninjau langsung proyek penggantian Jembatan Kewek, Selasa (11/8/2026).


Kunjungan dilakukan untuk melihat perkembangan pembangunan sekaligus memastikan pekerjaan yang menjadi bagian penting dari konektivitas kawasan Malioboro tersebut berjalan sesuai rencana.


Danang diterima jajaran Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah Provinsi DIY dan Plt Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak, Parlinggoman Simanungkalit.


Usai melihat kondisi proyek, Danang mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan Komisi V DPR RI terhadap pelaksanaan program mitra kerja, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum.


“Ini bagian dari tugas pengawasan kami di Komisi V DPR RI. Kami melihat apa yang dilaksanakan oleh mitra kami, dalam hal ini Kementerian PU,” ujar Danang.


Bukan Menghilangkan Jembatan Kewek


Bagi Yogyakarta, Jembatan Kewek bukan sekadar jalur penghubung. Jembatan yang berada di kawasan Sungai Code tersebut memiliki nilai historis dan menjadi bagian dari karakter kawasan Kota Yogyakarta.


Karena itu, pembangunan jembatan baru disebut bukan untuk menghilangkan keberadaan Jembatan Kewek, melainkan memperbaruinya dengan tetap mempertahankan karakter historis dan tradisionalnya. Danang menegaskan desain jembatan akan mengikuti desain lama dan telah mendapat persetujuan dari Ngarso Dalem.


“Jembatan Kewek ini perlu diperbarui, bukan dihilangkan seperti yang sempat viral. Desainnya akan mengikuti desain lama dan sudah mendapat persetujuan dari Ngarso Dalem. Artinya, sisi tradisional dan historisnya tetap dipertahankan,” katanya.


Ia menilai progres pekerjaan di lapangan sejauh ini berjalan sesuai rencana. Namun, ia mengingatkan agar seluruh pekerjaan tetap dilaksanakan berdasarkan kondisi lapangan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan. Harapannya, jembatan dapat selesai tepat waktu dan segera digunakan masyarakat, terutama saat mobilitas warga meningkat pada periode Nataru.


Pondasi Selesai, Girder Ditargetkan Erection September


Kepala Satker PJN Wilayah DIY, Tisara Sita, mengatakan pembangunan Jembatan Kewek kini telah memasuki tahapan penting. Pekerjaan pondasi telah selesai. Sejumlah pekerjaan struktur lanjutan juga tengah dikerjakan, termasuk persiapan untuk pemasangan atau erection girder.


“Untuk pekerjaan pondasi sudah selesai. Kemudian sudah ada second pile dan saat ini kami mempersiapkan rencana erection girder yang ditargetkan pada akhir September,” ujar Tisara.


Ia berharap jembatan sudah dapat difungsikan pada akhir tahun, khususnya saat periode Natal dan Tahun Baru 2026.


“Harapan kami pada akhir tahun, saat Nataru, jembatan ini sudah bisa fungsional,” katanya.


Dalam proses pembangunan, sempat terjadi kendala teknis berupa kondisi tanah yang mengalami ambles pada salah satu bagian pekerjaan. Namun, menurut Tisara, kondisi tersebut telah ditangani secara teknis dan saat ini dinyatakan aman.


“Kemarin sempat ada yang ambles, tetapi sudah bisa ditangani secara teknis dan sekarang sudah aman,” jelasnya.


Jadi Penyangga Kawasan Malioboro


Ketua Komisi C DPRD DIY, Nur Subiyantoro, menilai pembangunan Jembatan Kewek memiliki posisi strategis karena jalur tersebut menjadi salah satu penyangga kawasan filosofis Malioboro.


Menurutnya, keberadaan jembatan bukan hanya berkaitan dengan konektivitas transportasi, tetapi juga berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan pariwisata di kawasan Malioboro.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Danang Wicaksana Sulistya, anggota DPR RI Komisi V. Peran beliau sangat besar terhadap pelaksanaan pembangunan Jembatan Kewek ini,” kata Nur


Ia berharap pembangunan dapat segera diselesaikan sesuai target sehingga aktivitas masyarakat kembali berjalan dengan baik saat Nataru.


“Kita tahu Jembatan Kewek ini adalah jalur penyangga kawasan filosofis Malioboro. Oleh karena itu, kami berharap pembangunan ini segera selesai pada Nataru sehingga aktivitas masyarakat bisa berjalan dengan baik dan menopang perekonomian di kawasan Malioboro,” ujarnya.


Nilai Kontrak Rp19 Miliar


Pembangunan penggantian Jembatan Kewek dikerjakan melalui proyek yang bersumber dari APBN dengan nilai kontrak Rp19 miliar. Proyek tersebut memiliki masa pelaksanaan 240 hari kalender, dengan target penyelesaian atau Provisional Hand Over (PHO) pada 25 Desember 2026.


Secara teknis, jembatan baru akan menggunakan struktur balok girder. Berdasarkan Detailed Engineering Design (DED) dari Pemerintah Kota Yogyakarta, jembatan memiliki panjang 30 meter dan lebar total 16 meter. Lebar tersebut terdiri atas badan jalan beraspal sekitar 11 meter dan trotoar di kedua sisi yang masing-masing memiliki lebar 2,5 meter.


Pekerjaan dimulai dengan pembongkaran struktur jembatan lama, kemudian dilanjutkan pembangunan fondasi dan struktur jembatan baru. Paket pekerjaan juga mencakup penataan oprit atau jalan pendekat agar lebih landai dan aman, serta pembangunan Dinding Penahan Tanah (DPT) pada tebing sungai untuk mencegah erosi dan menjaga stabilitas struktur.


Selain pembangunan jembatan, penataan kawasan di sekitar Sungai Code juga menjadi bagian dari kolaborasi sejumlah instansi. BBWS Serayu Opak turut terlibat karena memiliki kewenangan terhadap alur Sungai Code.


Danang mengatakan pembenahan alur sungai akan disesuaikan dengan kebutuhan. Sementara penataan ruang terbuka hijau di sekitar kawasan nantinya juga akan dilanjutkan melalui program Pemerintah Kota Yogyakarta.


Kolaborasi pemerintah pusat, Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta, BBWS Serayu Opak, serta pemangku kepentingan lainnya diharapkan dapat membuat Jembatan Kewek tak hanya kembali berfungsi sebagai jalur penghubung, tetapi juga tetap mempertahankan karakter historisnya sebagai bagian dari wajah Kota Yogyakarta.


Kini, pekerjaan masih berlangsung. Targetnya jelas: konstruksi selesai sesuai jadwal dan Jembatan Kewek dapat kembali digunakan masyarakat pada penghujung 2026, bertepatan dengan meningkatnya aktivitas warga dan wisatawan saat Natal dan Tahun Baru. (Fzn)

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Jadilah yang pertama berdiskusi...