PEDOMANJOGJA

BRI Regional Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun kepada 250 Ribu Debitur hingga Mei 2026

Redaksi

Redaksi

20 Jun 2026, 19:53 WIB
BRI Regional Yogyakarta Salurkan KUR Rp10,3 Triliun kepada 250 Ribu Debitur hingga Mei 2026
Regional CEO BRI Regional Office Yogyakarta Kusdinar Wiraputra dalam media gathering BRI Region 11 Yogyakarta, bersama PWI DIY Jumat (19/6/2026).

pedomanjogja.com (Sleman) – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Regional Office Yogyakarta mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp10,3 triliun selama periode Januari hingga Mei 2026.


Hal itu disampaikan Regional CEO BRI Regional Office Yogyakarta Kusdinar Wiraputra dalam media gathering BRI Region 11 Yogyakarta, bersama PWI DIY Jumat (19/6/2026). "BRI menjalankan aturan yang berlaku, KUR tidak pakai agunan lagi, agunannya ya usahanya itu," katanya


Pembiayaan tersebut telah disalurkan kepada 250.299 debitur yang tersebar di wilayah kerja BRI Regional Yogyakarta.


CEO BRI Regional Office Yogyakarta, Kusdinar Wiraputra, mengatakan penyaluran KUR tersebut merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar semakin produktif dan mampu berkembang secara berkelanjutan.


Menurut Kusdinar, dari sisi persebaran wilayah, penyaluran KUR terbesar berada di Area Solo, kemudian disusul Area Banyumas dan Area Kedu. Sementara berdasarkan sektor usaha, pembiayaan masih didominasi sektor perdagangan dengan porsi 65 persen. Adapun sektor pertanian menyumbang 21,36 persen dan sektor jasa usaha lainnya sebesar 13,64 persen.


Ia menilai komposisi tersebut menunjukkan bahwa pembiayaan yang disalurkan BRI telah diarahkan untuk mendukung aktivitas usaha produktif yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah. Melalui akses permodalan yang lebih mudah, pelaku usaha diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas usaha, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat daya saing ekonomi lokal.


Selain mendukung pengembangan UMKM, penyaluran KUR juga menjadi bagian dari upaya BRI dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong pemerataan pembangunan.

Kusdinar menjelaskan, peran BRI tidak hanya terbatas pada penyaluran pembiayaan.


Perseroan juga menjalankan berbagai program pemberdayaan yang mencakup pendampingan usaha dan edukasi keuangan agar para debitur mampu mengelola usahanya secara berkelanjutan dan bertanggung jawab.


Menurutnya, langkah tersebut sejalan dengan visi BRI sebagai mitra terpercaya dalam memberdayakan ekonomi kerakyatan, khususnya di daerah-daerah yang memiliki potensi usaha unggulan.


Ke depan, BRI Regional Office Yogyakarta akan terus mendorong penyaluran KUR dengan fokus pada sektor-sektor produktif agar pembiayaan yang diberikan mampu memberikan dampak nyata terhadap perkembangan usaha masyarakat. Selain menyediakan akses modal, BRI juga berkomitmen memperkuat kapasitas pelaku UMKM melalui pelatihan usaha dan berbagai program pemberdayaan lainnya.


BRI juga terus mengedukasi pelaku UMKM agar semakin melek digital dan mampu memanfaatkan berbagai platform penjualan daring untuk memperluas pasar, meningkatkan kapasitas usaha, serta mendorong pelaku usaha naik kelas.


Dengan strategi tersebut, BRI Regional Office Yogyakarta optimistis dapat terus berperan sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan yang inklusif di tingkat daerah. (Fzn)

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Jadilah yang pertama berdiskusi...