PEDOMANJOGJA

Dari Aceh hingga Papua, 8.178 Mahasiswa UGM Turun ke Desa Membawa Ilmu dan Harapan

Redaksi

Redaksi

20 Jun 2026, 19:25 WIB
Dari Aceh hingga Papua, 8.178 Mahasiswa UGM Turun ke Desa Membawa Ilmu dan Harapan
Sebanyak 8.178 mahasiswa UGM resmi diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun 2026 yang akan berlangsung selama 50 hari, mulai 20 Juni hingga 8 Agustus 2026.

pedomanjogja.com (Sleman) - Ribuan mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali meninggalkan ruang kuliah untuk belajar langsung dari kehidupan masyarakat. Sebanyak 8.178 mahasiswa resmi diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Periode II Tahun 2026 yang akan berlangsung selama 50 hari, mulai 20 Juni hingga 8 Agustus 2026.


Lapangan Pancasila UGM menjadi saksi pelepasan ribuan mahasiswa tersebut pada Jumat (19/6). Mengenakan atribut almamater, mereka bersiap menjalani pengabdian di berbagai penjuru Indonesia, dari Aceh hingga Papua, membawa semangat berbagi ilmu sekaligus belajar dari masyarakat.


Tahun ini, mahasiswa KKN UGM akan bertugas di 298 unit lokasi yang tersebar di 274 kecamatan, 132 kabupaten/kota, dan 32 provinsi. Mereka didampingi oleh 324 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan Koordinator Wilayah, serta didukung 199 mitra yang berasal dari pemerintah, dunia usaha, industri, organisasi masyarakat, hingga jaringan alumni.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, Ph.D., menegaskan bahwa KKN bukan sekadar agenda akademik tahunan, melainkan ruang pembelajaran yang mempertemukan mahasiswa dengan realitas kehidupan masyarakat.


"Acara ini bukan sekadar seremoni pelepasan, tetapi wadah pemersatu semangat dan komitmen untuk membangun bangsa melalui pemberdayaan masyarakat. Selama kurang lebih 50 hari, mahasiswa akan tinggal bersama masyarakat, bekerja bersama masyarakat, dan belajar langsung dari masyarakat," ujarnya.


Menurut Ova, pengalaman hidup bersama masyarakat akan menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk memahami berbagai persoalan nyata sekaligus mencari solusi yang relevan. Ia juga berpesan agar para peserta menjaga kesehatan, keselamatan, serta nama baik almamater selama menjalankan pengabdian.


"Saya yakin kalian akan melaksanakan berbagai program yang mampu menjawab persoalan masyarakat dan membawa perubahan positif, khususnya dalam mewujudkan kedaulatan pangan dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan," katanya.


Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat juga mendapat perhatian pemerintah. Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Faisol Riza, S.S., M.A., yang hadir dalam penerjunan tersebut menilai mahasiswa memiliki peran penting dalam mendukung agenda industrialisasi desa yang tengah didorong pemerintah.


Menurutnya, desa memiliki berbagai potensi besar yang perlu dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi produktif melalui penguatan sektor industri. Karena itu, ia berharap mahasiswa mampu menghadirkan gagasan dan inovasi yang dapat membantu pengembangan sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) di berbagai daerah.


"Desa memiliki potensi besar, baik sumber daya alam, sumber daya manusia, maupun jaringan sosial. Namun potensi tersebut harus dirajut menjadi kekuatan ekonomi yang produktif melalui industri. Saya berharap mahasiswa KKN UGM dapat memberikan ide, inovasi, dan kontribusi nyata untuk mengembangkan sentra Industri Kecil dan Menengah yang tersebar di berbagai daerah," ungkapnya.


Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM, Dr. Arie Sudjito, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa KKN merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus sarana mahasiswa membangun empati sosial.

"KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan kesempatan otentik untuk belajar dari masyarakat. Mahasiswa diharapkan mampu membangun empati sosial, menghadirkan solusi bersama masyarakat, serta berkontribusi dalam mendukung ketahanan pangan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi lokal, dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan," ujarnya.

Pada tahun ini, KKN-PPM UGM mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Menghadapi Perubahan Iklim melalui KKN-PPM UGM.” 


Tema tersebut diterjemahkan dalam berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari penguatan ketahanan pangan, pengembangan UMKM, pengelolaan lingkungan, pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, penanganan stunting, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna dan digitalisasi.


Semangat pengabdian itu terlihat dari sejumlah tim yang akan bertugas di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), termasuk di Papua.


Salah satunya adalah Tim KKN Raja Ampat Begisah yang akan mengabdi di Kampung Samati dan Waim, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya. Bagi mereka, perjalanan menuju wilayah pesisir tersebut bukan sekadar penugasan, tetapi juga kesempatan untuk tumbuh bersama masyarakat.


Koordinator unit, Rizki Abdillah dari Fakultas Psikologi UGM, menjelaskan timnya akan mendampingi komunitas nelayan melalui pelatihan pencatatan keuangan sederhana, pengembangan pemasaran hasil perikanan, hingga melanjutkan program pengolahan ikan menjadi produk bernilai tambah seperti nugget ikan.


Selain itu, mereka juga mengembangkan inovasi ekonomi kreatif berbasis lingkungan melalui pemanfaatan mangrove menjadi teh mangrove. Di bidang lingkungan, tim bekerja sama dengan sejumlah perusahaan lingkungan untuk melakukan pengujian kualitas air yang digunakan masyarakat sehari-hari.


"Kami ingin memastikan kualitas air yang dikonsumsi masyarakat karena sebagian sumber air masih terlihat keruh meskipun telah dimasak sebelum digunakan," jelas Rizki.


Perjalanan menuju Raja Ampat tidak sepenuhnya mudah. Tim sempat menghadapi kendala pendanaan karena tidak memperoleh hibah kompetitif. Namun berkat dukungan berbagai mitra, rencana pengabdian tersebut tetap dapat terlaksana.

Di wilayah Papua lainnya, Tim KKN Biak Elok akan bertugas di Kampung Saribra, Pulau Bromsi, Distrik Aimando, Kabupaten Biak Numfor. Lokasi tersebut menjadi daerah baru yang belum pernah menjadi tujuan KKN UGM sebelumnya.


Ketua tim, Sarasvati Baktiantoro dari Program Studi Antropologi Budaya Fakultas Ilmu Budaya UGM, mengatakan timnya akan fokus pada pemberdayaan masyarakat melalui penguatan UMKM, pengembangan pariwisata berbasis masyarakat, dan peningkatan kapasitas masyarakat pesisir yang mayoritas bekerja sebagai nelayan.


Persiapan keberangkatan telah dilakukan sejak September tahun lalu, termasuk membangun jejaring pendanaan dengan berbagai mitra. Bagi Saras dan timnya, pengabdian di wilayah kepulauan Papua menjadi kesempatan berharga untuk mengamalkan ilmu sekaligus belajar dari kearifan lokal masyarakat setempat.


"Kami ingin membawa ilmu yang telah kami peroleh selama kuliah untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Di saat yang sama, kami juga ingin belajar dari pengalaman hidup dan pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat setempat," tuturnya.


Melalui KKN-PPM Periode II Tahun 2026 ini, UGM berharap para mahasiswa tidak hanya menjadi pelaksana program, tetapi juga agen perubahan yang mampu menghubungkan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan masyarakat.


Di balik ribuan mahasiswa yang berangkat menuju berbagai pelosok negeri, tersimpan satu pesan sederhana yang terus diwariskan dari generasi ke generasi peserta KKN UGM: belajar bersama masyarakat.

"Kepada seluruh mahasiswa, berangkatlah dengan selamat dan pulanglah dengan selamat. Jaga diri, jaga teman, dan jaga persahabatan dengan masyarakat. Belajarlah bersama rakyat, karena di sanalah banyak pengetahuan yang tidak selalu dapat ditemukan di ruang kelas," pesan Arie Sudjito. (Hyu)


💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Jadilah yang pertama berdiskusi...