PEDOMANJOGJA

Bootcamp di Yogyakarta Latih Mahasiswa Ciptakan Produk Perkebunan Bernilai Jual

Redaksi

Redaksi

06 Aug 2026, 12:19 WIB
Bootcamp di Yogyakarta Latih Mahasiswa Ciptakan Produk Perkebunan Bernilai Jual
Puluhan mahasiswa dari delapan perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti Youthpreneurship Planters Bootcamp (YPB) yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Politeknik LPP Yogyakarta.

pedomanjogja.com (Yogyakarta) – Puluhan mahasiswa dari delapan perguruan tinggi di Daerah Istimewa Yogyakarta mengikuti Youthpreneurship Planters Bootcamp (YPB) yang digelar Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Politeknik LPP Yogyakarta. Selama tiga hari, peserta dibekali keterampilan mengembangkan produk berbahan komoditas perkebunan hingga menyusun konsep usaha yang siap dipasarkan.


Program ini tidak hanya memberikan materi mengenai inovasi produk berbasis perkebunan, tetapi juga strategi membangun usaha, penyusunan mini project UMKM, hingga penguatan kemampuan branding agar produk mampu bersaing di pasar.


Direktur Politeknik LPP Yogyakarta, Mustangin, mengatakan sektor perkebunan dan UMKM merupakan dua sektor yang terbukti mampu bertahan di tengah perlambatan ekonomi. Menurutnya, kolaborasi keduanya dapat membuka peluang usaha baru bagi generasi muda.


"Dalam berbagai dinamika ekonomi, kita belajar bahwa ada dua sektor yang relatif mampu bertahan bahkan tetap bergerak, yaitu sektor perkebunan dan sektor UMKM," ujar Mustangin, Rabu (4/8/2026).


Ia menjelaskan, perkebunan menyediakan sumber daya dan bahan baku yang berkelanjutan, sementara UMKM memiliki kemampuan beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan pasar.


"Karena itu, ketika keduanya dipadukan melalui inovasi dan kreativitas generasi muda, akan lahir peluang usaha baru yang mampu memperkuat perekonomian nasional," katanya.


Mustangin berharap Bootcamp Planters dapat menjadi ruang belajar sekaligus melahirkan wirausaha muda yang mampu mengolah potensi komoditas perkebunan Indonesia menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.


Sementara itu, Direktur Utama BPDP yang diwakili A Thahar, selaku Pelaksana Tugas Kepala Divisi Penyaluran Dana Program Pangan dan Hilirisasi, menyampaikan bahwa BPDP terus memperkuat program hilirisasi komoditas perkebunan sebagai upaya meningkatkan nilai tambah hasil perkebunan nasional.


Dalam sesi materi, Wakil Direktur I Politeknik LPP Ratna Sri Harjanti memaparkan potensi pengembangan produk berbahan sawit, kakao, dan kelapa, termasuk pemanfaatan limbah perkebunan menjadi produk pangan, kosmetik, kerajinan, hingga produk ramah lingkungan yang memiliki nilai ekonomi.


Peserta juga mendapatkan materi mengenai strategi membangun merek (branding) dari konten kreator Deo Elieser. Ia menekankan bahwa keberhasilan UMKM di era digital tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga kemampuan membangun identitas dan komunikasi yang kuat kepada konsumen.


Salah seorang peserta mengaku memperoleh pengalaman baru selama mengikuti kegiatan tersebut karena tidak hanya menerima teori, tetapi juga menyusun ide bisnis secara langsung.


"Bootcamp ini sangat seru karena kami tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga langsung belajar menyusun ide bisnis yang realistis. Terima kasih kepada BPDP dan Politeknik LPP yang telah memberikan kesempatan luar biasa ini," ujar salah satu peserta.


Secara terpisah, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah, mengatakan YPB merupakan bentuk komitmen BPDP dalam mendorong lahirnya wirausaha muda berbasis komoditas perkebunan sekaligus mendukung hilirisasi hasil perkebunan nasional.


Menurut Helmi, peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga didorong menghasilkan gagasan produk inovatif berbahan sawit, kakao, dan kelapa yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar.


"Ada potensi-potensi di kelapa sawit, kakao, dan kelapa yang bisa diusahakan sebagai ajang untuk membangun kewirausahaan mahasiswa, sehingga mereka nantinya diharapkan dapat membangun UMKM berbasis sawit, kakao, dan kelapa. Tujuan akhirnya adalah berkontribusi dalam upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen sebagaimana ditargetkan Presiden Prabowo Subianto," kata Helmi melalui sambungan virtual.


Melalui Youthpreneurship Planters Bootcamp, BPDP dan Politeknik LPP berharap semakin banyak mahasiswa yang mampu melihat komoditas perkebunan sebagai peluang usaha yang menjanjikan sekaligus menjadi motor penggerak hilirisasi perkebunan nasional. Selain itu, Politeknik LPP menegaskan komitmennya untuk terus mendukung lahirnya inovasi, riset terapan, dan wirausaha muda berbasis perkebunan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. (Hdh)


💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Jadilah yang pertama berdiskusi...