Pedomanjogja.com (Sleman) – Manajemen Pakuwon Mall Jogja menghentikan sementara proyek pemasangan pagar besi di area luar mal setelah menjadi perbincangan luas di media sosial. Pemasangan pagar yang sempat dikaitkan dengan isu keamanan itu dipastikan bukan dilakukan untuk mengantisipasi aksi demonstrasi maupun kerusuhan.
General Manager Pakuwon Mall Jogja, Vicky Ratih Wandansari, menjelaskan bahwa pembangunan pagar sebenarnya telah direncanakan sejak tahun 2025 dan telah masuk dalam anggaran perusahaan. Proyek tersebut baru dikerjakan pada musim kemarau tahun ini agar proses pengecatan dapat berjalan optimal.
"Sudah planning dari tahun lalu, sudah untuk pembudgetan dari sejak tahun lalu, karena memang di kami ini sebelumnya belum ada pagarnya," kata Vicky, Senin (3/8/2026).
Menurutnya, pekerjaan tersebut seharusnya sudah dimulai sejak awal Juli. Namun, pelaksanaannya menunggu kondisi cuaca agar hasil pengecatan tidak terganggu hujan.
Vicky mengaku terkejut ketika pemasangan pagar menjadi viral di media sosial dan dikaitkan dengan isu keamanan. Ia menegaskan bahwa proyek tersebut murni bertujuan mempercantik tampilan kawasan mal serta melengkapi pagar di sisi luar bangunan yang berbatasan langsung dengan jalan.
"Jadi, honestly agak mengagetkan buat kami ketika masyarakat atau netizen meresponsnya dengan dikaitkan dengan sisi keamanan. Karena sebetulnya ini sudah menjadi agenda sejak tahun lalu," ujarnya.
Ia juga memastikan pembangunan pagar dilakukan di area sempadan yang telah sesuai dengan ketentuan sehingga tidak melanggar aturan yang berlaku.
Meski demikian, untuk merespons perhatian publik yang berkembang, manajemen memutuskan menghentikan sementara proses pemasangan pagar agar tidak memunculkan kegelisahan di tengah masyarakat.
"Karena lagi kayak begini, kami hold, karena kami tidak mau menambah kegelisahan. Kami jujur tidak menyangka bahwa itu akan membuat kegelisahan," ungkap Vicky.
Menurutnya, tujuan utama pembangunan pagar adalah untuk meningkatkan estetika kawasan mal, bukan karena alasan keamanan tertentu.
"Kita membangun pagar itu demi kebaikan untuk semuanya, untuk estetika. Itu sudah kami budget-kan sejak tahun lalu, dan dikerjakan tahun ini karena menunggu musim kemarau agar catnya tidak luntur," pungkasnya.
Sebelumnya, pemasangan pagar besi di sejumlah pusat perbelanjaan di berbagai kota menjadi sorotan publik dan ramai diperbincangkan di media sosial. Di Yogyakarta, Pakuwon Mall menjadi salah satu pusat perbelanjaan yang turut mendapat perhatian setelah proyek pemasangan pagar tersebut dikaitkan oleh sebagian warganet dengan isu keamanan. Namun, pihak manajemen menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak benar dan pembangunan pagar telah direncanakan jauh sebelum isu tersebut berkembang. (Fzn)