PEDOMANJOGJA

Demo Mahasiswa di Perempatan Gramedia Yogyakarta Dibubarkan Warga, Sejumlah Mahasiswa Dilarikan ke Rumah Sakit

Redaksi

Redaksi

02 Sep 2026, 13:03 WIB
Demo Mahasiswa di Perempatan Gramedia Yogyakarta Dibubarkan Warga, Sejumlah Mahasiswa Dilarikan ke Rumah Sakit
Aksi demo mahasiswa digelar di kawasan Perempatan Gramedia, Yogyakarta. Selain berorasi, massa mahasiswa sempat memblokade jalan hingga polisi harus mengalihkan arus lalu lintas agar kendaraan tidak melintas di kawasan tersebut. Selasa, (1/09/2026).

Pedomanjogja.com (Yogyakarta) – Aksi unjuk rasa mahasiswa di Yogyakarta kembali berlangsung pada Selasa malam, (1/09/2026). Sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Yogyakarta turun ke jalan menyuarakan kritik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah.


Aksi digelar di kawasan Perempatan Gramedia, Yogyakarta. Selain berorasi, massa mahasiswa sempat memblokade jalan hingga polisi harus mengalihkan arus lalu lintas agar kendaraan tidak melintas di kawasan tersebut.


Dalam orasinya, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan dan kritik terhadap kebijakan pemerintah. Di antaranya terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih yang dinilai berpotensi membebani keuangan negara.

Mahasiswa juga menyoroti penanganan bencana, termasuk gempa bumi di Nusa Tenggara Timur serta kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan dan Sumatera.


Ketua SEMA UGM, Mesa, mengatakan aksi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan keresahan terhadap berbagai kebijakan pemerintah.


Selain isu tersebut, mahasiswa turut menyoroti kebijakan Badan Pusat Statistik (BPS) terkait penentuan desil atau pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi yang dinilai belum tepat.


“selain itu juga anggaran Pendidikan masih di monopoli di dominasi oleh mbg” ujarnya.


Situasi kemudian memanas ketika sekelompok orang yang mengaku sebagai warga mendatangi lokasi aksi dan berupaya membubarkan mahasiswa.

Kericuhan sempat terjadi antara massa mahasiswa dan kelompok tersebut. Polisi beberapa kali turun tangan untuk memisahkan kedua kelompok agar situasi tidak berkembang menjadi bentrokan.


Dalam situasi tersebut, sejumlah mahasiswa harus dievakuasi ke rumah sakit setelah diduga terkena semprotan gas merica yang dilepaskan oleh orang tak dikenal.


Polisi Sebut Ada Kesalahpahaman


Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ichsan mengatakan dinamika yang terjadi di lokasi aksi dipicu oleh adanya kesalahpahaman antara warga dan mahasiswa.

Menurutnya, salah satu pemicu situasi memanas adalah aksi mahasiswa yang melakukan blokade jalan sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.


“Dinamika yang terjadi ini akibat kesalahpahaman antara warga dan mahasiswa, yang dipicu aksi blokade jalan,” ujar Ichsan.


Polisi kemudian berupaya meredam situasi dan mencegah kedua kelompok massa terlibat bentrokan lebih jauh. Di tengah situasi yang semakin memanas, massa mahasiswa akhirnya memilih mundur dari kawasan perempatan dan masuk ke dalam lingkungan Universitas Gadjah Mada (UGM).


Hingga Rabu dini hari, sejumlah mahasiswa masih bertahan di dalam kampus.

Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian kritik mahasiswa di Yogyakarta terhadap berbagai kebijakan pemerintah. Namun, dinamika di lapangan juga menunjukkan pentingnya menjaga penyampaian aspirasi agar tidak berujung pada gangguan keamanan maupun benturan antarkelompok. (Mik)


💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Jadilah yang pertama berdiskusi...