pedomanjogja.com (Sleman) Suasana khidmat berlangsung dalam prosesi pelantikan Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Selasa (2/6/2026). Profesor Hari Purnomo resmi menerima estafet kepemimpinan dari Profesor Fathul Wahid untuk memimpin salah satu perguruan tinggi swasta tertua di Indonesia itu dalam lima tahun ke depan.
Bersama empat wakil rektor yang turut dilantik, Hari Purnomo mengawali masa kepemimpinannya dengan tekad membawa UII menjadi perguruan tinggi yang adaptif, visioner, dan mampu menjawab tantangan zaman di tengah perubahan yang berlangsung sangat cepat.
Dalam pidato perdananya sebagai rektor, Hari menyebut jabatan yang kini diembannya bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar untuk melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa melalui dunia pendidikan.
“Pada hari yang khidmat ini, saya menyadari bahwa amanah tersebut melekat pada tugas besar untuk memimpin sebuah universitas yang berdiri kokoh di atas cita-cita luhur para pendiri bangsa dalam mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan peradaban,” ujarnya.
Selain melantik rektor baru, Yayasan Badan Wakaf UII juga mengukuhkan jajaran wakil rektor periode baru, yakni Prof. Riyanto sebagai Wakil Rektor Bidang Akademik, Rekognisi, Riset, Inovasi, dan Kewirausahaan; Prof. Rifqi Muhammad sebagai Wakil Rektor Bidang Keuangan, Sumber Daya, dan Keberlanjutan; Dr. Nurjihad sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian; serta Prof. Eko Siswoyo sebagai Wakil Rektor Bidang Kemitraan, Admisi, dan Komunikasi Strategis.
Bagi Hari, kepemimpinan perguruan tinggi tidak bisa dijalankan seorang diri. Ia meyakini kemajuan institusi hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang kuat serta komitmen seluruh sivitas akademika untuk menempatkan kepentingan kampus di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
“Perguruan tinggi adalah ikhtiar bersama yang menuntut kebijaksanaan, ketulusan, dan semangat kebersamaan,” katanya.
Di tengah derasnya arus perubahan global, Hari menilai perguruan tinggi menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan sosial, hingga dinamika ekonomi menuntut kampus tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga memiliki visi jauh ke depan.
Karena itu, salah satu fokus kepemimpinannya adalah memperkuat mutu akademik, memperluas dampak riset, serta menghadirkan tata kelola kampus yang semakin baik dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Menurut Hari, universitas tidak boleh hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar mengajar. Lebih dari itu, kampus harus menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan baru, tempat tumbuhnya integritas, dan pusat harapan masyarakat dalam mencari solusi atas berbagai persoalan masa depan.
“Tantangan kita ke depan menuntut perguruan tinggi tidak hanya adaptif, tetapi juga visioner untuk membangun ekosistem akademik yang unggul, berkarakter, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Ia menambahkan, UII harus mampu menyiapkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara moral, memiliki integritas kuat, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa serta kemanusiaan.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Hari mengajak seluruh sivitas akademika memperkuat semangat pembaruan yang tetap berakar pada nilai-nilai keislaman yang menjadi identitas UII sejak berdiri.
“Marilah kita jadikan perbedaan sebagai kekuatan, ilmu sebagai jalan pengabdian, dan integritas sebagai landasan utama dalam setiap keputusan serta tindakan,” ajaknya.
Dalam kesempatan itu, Hari juga menyampaikan penghargaan kepada para rektor terdahulu yang telah membangun fondasi kuat bagi perkembangan UII. Menurutnya, capaian yang diraih kampus saat ini merupakan hasil dari dedikasi panjang para pemimpin sebelumnya yang telah menanamkan nilai keunggulan, integritas, pelayanan, dan spiritualitas.
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada sejumlah mantan rektor yang hadir dalam pelantikan, di antaranya Edy Suandi Hamid, Harsoyo, dan Fathul Wahid.
Dengan kepemimpinan baru ini, UII menandai babak baru perjalanan institusinya. Di tengah era disrupsi yang terus berkembang, Hari Purnomo berkomitmen menjaga warisan yang telah dibangun para pendahulunya sekaligus menghadirkan berbagai inovasi agar UII tetap relevan, unggul, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. (Fzn)