Pedomanjogja.com (Yogyakarta) - Sebanyak 3.500 pelari memadati jalanan Kota Yogyakarta dalam gelaran TNI Run 2026, Minggu (6/9/2026) pagi. Ajang lari yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-81 TNI tersebut mengajak peserta menyusuri sejumlah kawasan bersejarah dan heritage di Kota Yogyakarta.
Titik start dan finish TNI Run 2026 berada di Jalan Malioboro. Peserta dapat memilih dua kategori jarak, yakni 5 kilometer (5K) dan 10 kilometer (10K).
Danjen Akademi TNI, Letnan Jenderal TNI Raden Sidharta Wisnu Graha, mengatakan TNI Run di Yogyakarta tahun ini merupakan penyelenggaraan untuk kedua kalinya. Antusiasme peserta juga meningkat dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
"Alhamdulillah masyarakat dengan adanya TNI Run yang kedua ini sangat antusias. Tahun lalu hanya sekitar 700 peserta, sedangkan tahun ini sudah mencapai 3.500 peserta," ujar Sidharta di kawasan Malioboro, Minggu pagi.
Menurut Sidharta, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memasyarakatkan olahraga, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat.
"Tujuan utama kegiatan ini adalah mempererat kebersamaan masyarakat, TNI, Polri, dan seluruh stakeholder di Yogya. Kita ingin sama-sama menjaga Yogyakarta dan Indonesia agar tetap bersatu, kompak, serta kondusif," katanya.
Susuri Sejumlah Kawasan Bersejarah
Pada kategori 5K, peserta memulai perjalanan dari Jalan Malioboro, kemudian melintasi Jalan Mantrigawen Lor, Jalan Brigjen Katamso, dan Jalan Mataram, sebelum kembali menuju garis finish di Malioboro.
Sementara itu, peserta kategori 10K mendapatkan rute yang lebih panjang. Dari Malioboro, pelari melintasi kawasan Alun-Alun Utara, kemudian mengitari Alun-Alun Kidul, Jalan Nagan Kulon, Jalan Suryowijayan, Jalan MT Haryono, Jalan Mayjend Sutoyo, Jalan Brigjen Katamso, Jalan Mayor Suryotomo, dan Jalan Mataram sebelum kembali ke Malioboro.
Rute tersebut sekaligus membawa para peserta melewati sejumlah kawasan yang menjadi bagian dari lanskap sejarah dan heritage Kota Yogyakarta.
Dorong Sport Tourism dan Ekonomi Lokal
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menyambut positif penyelenggaraan TNI Run 2026. Menurutnya, tingginya jumlah peserta memberikan dampak terhadap aktivitas pariwisata dan perekonomian di Kota Yogyakarta.
"Kota Yogya sangat senang dengan adanya dukungan event TNI Run ini. Pesertanya luar biasa, lebih dari 3.000 orang. Ini menunjukkan situasi kita sangat kondusif serta memberikan dampak positif pada okupansi hotel dan perputaran ekonomi," ungkap Wawan.
Pemerintah Kota Yogyakarta, lanjutnya, mendukung penyelenggaraan kegiatan olahraga yang sekaligus dapat menjadi bagian dari sport tourism. Kehadiran peserta dari berbagai daerah dinilai dapat mendorong kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
Dengan melibatkan ribuan peserta dan mengambil rute yang melewati sejumlah kawasan bersejarah, TNI Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga mempertemukan aktivitas olahraga, pariwisata, dan ruang publik Kota Yogyakarta. (Fzn).