Pedomanjogja.com (Sleman) – Muhammad Yazid kembali dipercaya memimpin Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) DIY periode 2026-2031.
Yazid bersama jajaran pengurus DPW, DPC kabupaten/kota, hingga PAC PPP se-DIY resmi dilantik oleh Ketua Umum DPP PPP Muhamad Mardiono di kediamannya, kawasan Harjobinangun, Pakem, Sleman, Sabtu (26/9/2026) malam.
Pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan kepengurusan, kemudian dilanjutkan pengucapan sumpah yang dipandu langsung oleh ketua umum PPP Mardiono. Dalam kesempatan tersebut, Mardiono juga menyerahkan pataka PPP kepada Muhammad Yazid sebagai Ketua DPW PPP DIY.
Mardiono menyebut pelantikan serentak pengurus PPP se-DIY tersebut sebagai pilot project yang dapat diterapkan di provinsi lain.
“Malam ini adalah baru permulaan,” kata Mardiono.
Menurutnya, setelah dilantik para pengurus harus segera menjalankan tugas kepartaian sekaligus melakukan konsolidasi. Ia menyebut ada tiga aspek yang menjadi fokus kerja PPP, yakni kerja elektoral, kerja spiritual, dan kerja sosial.
“Kita bekerja pada tiga aspek. Kerja elektoral, kerja spiritual dan kita juga harus melaksanakan kerja sosial,” ujarnya.
Mardiono mengatakan kerja elektoral menjadi salah satu prioritas karena perolehan suara ditentukan melalui dukungan masyarakat di tempat pemungutan suara.
“Mari kita kerjakan. Kita mulai dari sekarang,” tambahnya.
PPP Targetkan 10-11 Juta Suara pada 2029
Mardiono mengatakan PPP akan memperkuat konsolidasi struktur dan soliditas kader untuk menghadapi Pemilu 2029.
Ia menyebut perolehan suara PPP pada sejumlah pemilu sebelumnya berada di atas delapan juta suara. Untuk Pemilu 2029, PPP menargetkan peningkatan perolehan suara menjadi 10 hingga 11 juta.
“Target kami, di atas delapan juta sejak 2014 stabil. Bahkan 2024 mendekati 8,5 juta. Kita berupaya lolos parliamentary threshold, harus meningkatkan perolehan menjadi 10-11 juta untuk 2029 nanti,” ujarnya.
Menurut Mardiono, tantangan PPP bukan hanya meningkatkan perolehan suara, tetapi juga memastikan suara di tingkat kabupaten/kota dapat terkonsolidasi hingga tingkat provinsi dan pusat.
Ia menyebut pada Pemilu 2024 terdapat perbedaan perolehan suara PPP antara tingkat kabupaten/kota, provinsi, dan pusat. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari evaluasi tata kelola partai menghadapi Pemilu 2029.
Mardiono juga menyampaikan Musyawarah Wilayah PPP di 28 provinsi telah selesai, sementara Musyawarah Cabang disebut telah mencapai lebih dari 95 persen secara nasional.
Ia meminta jajaran partai menjaga kekompakan dan tidak menghabiskan energi untuk persoalan internal.
“Kami bertekad, yang tidak mau solid, yang tidak mau kompak, ya sudah silakan ambil pilihan sendiri. Kami tetap akan bergerak di seluruh Indonesia,” katanya.
Mardiono menegaskan, setelah pelantikan para pengurus PPP di DIY harus segera bekerja dan menjalankan konsolidasi organisasi sesuai tugas masing-masing.
PPP DIY Targetkan 10 Persen Suara
Sementara itu, Ketua DPW PPP DIY Muhammad Yazid mengatakan pihaknya siap memperkuat konsolidasi setelah seluruh struktur kepengurusan terbentuk.
Yazid menyebut kepengurusan DPW dan DPC PPP di DIY telah terbentuk, sedangkan PAC disebut telah mencapai sekitar 90 persen.
“Kami di DIY siap untuk terus bergerak dan berusaha membesarkan PPP di DIY. Kami siap ikut membantu mewujudkan target bisa mencapai 10 persen suara bagi PPP di 2029,” kata Yazid.
Selain target perolehan suara, PPP DIY juga menyiapkan target kursi legislatif di sejumlah kabupaten dan kota.
Kota Yogyakarta ditargetkan meningkat dari satu menjadi empat kursi. Untuk Sleman, PPP DIY menargetkan lima kursi dan Bantul tiga kursi. Sementara Kulonprogo ditargetkan memperoleh empat kursi.
Yazid mengatakan konsolidasi internal dan eksternal akan menjadi fokus setelah struktur kepengurusan terbentuk.
Ia juga mengapresiasi pelantikan serentak DPW, DPC, dan PAC PPP se-DIY yang dipimpin langsung Mardiono. Menurut Yazid, momentum tersebut menjadi bagian dari upaya membangkitkan kembali PPP sekaligus memperkuat organisasi menghadapi agenda politik berikutnya.
Selain agenda kepartaian, rangkaian pelantikan juga diisi kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM. Para pengurus dan tamu undangan dapat menikmati berbagai kuliner tradisional yang disediakan di lokasi acara. (Fzn)