Pedomanjogja.com (Bantul) – Upaya mendorong nomor barebow masuk dalam cabang olahraga yang dipertandingkan pada SEA Games 2027 terus dilakukan. Salah satunya melalui penyelenggaraan Waroeng SS Gladi Barebow yang tahun ini memasuki penyelenggaraan kelima.
Direktur Waroeng Spesial Sambal (Waroeng SS) Indonesia, Yoyok Hery Wahyono, mengatakan pihaknya masih terus mengupayakan agar barebow dapat menjadi salah satu nomor yang memperebutkan medali pada SEA Games 2027 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Menurut Yoyok, upaya tersebut dilakukan bersama asosiasi barebow di kawasan Asia, ASEAN, dan Malaysia. Ia berharap perjuangan tersebut dapat membuahkan hasil sehingga barebow memiliki ruang lebih besar dalam kompetisi olahraga multi-event.
“Yang insyaallah saya masih terus berharap dan masih terus mengupayakan bersama dengan asosiasi barebow Asia, ASEAN, maupun Malaysia agar barebow besok di tahun 2027 masuk sebagai salah satu cabor yang memperebutkan medali di SEA Games Kuala Lumpur.”
Yoyok menyampaikan hal tersebut saat pembukaan Waroeng SS Gladi Panahan #9 dan Waroeng SS Gladi Barebow #5 di Lapangan Panahan Gladian Jayandaru, Bantul, Senin (21/9/2026).
Ia menilai barebow memiliki potensi besar untuk ikut mengembangkan olahraga panahan karena jumlah pesertanya relatif banyak. Kondisi tersebut dinilai dapat menjadi modal untuk semakin memperkenalkan olahraga panahan kepada masyarakat.
“Nah, semoga nanti perjuangan kita, yang khusus untuk barebow memasukkan di multi-event ini bisa sukses sehingga barebow pada akhirnya bergabung dengan nomor yang lain untuk berkontribusi membesarkan olahraga panahan,” ujar Yoyok.
Waroeng SS Gladi Panahan Diikuti 86 Klub
Waroeng SS Gladi Panahan #9 dan Waroeng SS Gladi Barebow #5 merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Waroeng Spesial Sambal Indonesia melalui program Waroeng SS Untuk Panahan Indonesia (WSS UPI).
Tahun ini, kejuaraan diikuti 86 klub yang berasal dari 45 kabupaten/kota di 12 provinsi. Daerah asal peserta meliputi Riau, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Tengah.
Selain peserta dari dalam negeri, terdapat satu peserta yang berasal dari Kanada.
Waroeng SS Gladi Panahan #9 mempertandingkan divisi Recurve, Compound, Standar Nasional U-21, dan Perpani Bow. Nomor yang dipertandingkan meliputi individu, beregu, dan mixed team.
Sementara itu, Waroeng SS Gladi Barebow #5 secara khusus mempertandingkan divisi Barebow dengan kategori Barebow Umum, Barebow Master, dan Barebow Internal WSS Group, termasuk nomor individu, beregu, dan mixed team.
Rangkaian pertandingan berlangsung pada 21 hingga 27 September 2026. Gladi Panahan #9 digelar 21-24 September, sedangkan Gladi Barebow #5 berlangsung 25-27 September.
Total Hadiah Rp331 Juta
Untuk memberikan apresiasi terhadap perjuangan para atlet, Waroeng SS menyiapkan total hadiah uang pembinaan sebesar Rp331 juta.
Rinciannya, Waroeng SS Gladi Panahan #9 total hadiah sebesar Rp255,5 juta, sedangkan Waroeng SS Gladi Barebow #5 menyediakan Rp75,5 juta.
Yoyok mengatakan besarnya hadiah tersebut merupakan bentuk apresiasi terhadap perjuangan atlet panahan. Menurutnya, atlet membutuhkan proses panjang dan kerja keras dalam menjalani latihan maupun pertandingan.
“Karena saya tahu para atlet panahan itu dalam perjuangannya sehari-hari itu luar biasa, dan dalam lomba pun ketika mencapai juara itu dari pagi sampai sore adalah perjuangan yang luar biasa,” kata Yoyok.
Ia berharap apresiasi tersebut dapat meningkatkan motivasi atlet untuk terus berprestasi hingga mampu membawa nama Indonesia ke panggung internasional.
“Insyaallah mudah-mudahan dengan prestasi para atlet diapresiasi dengan baik, maka motivasi untuk berprestasi akan semakin menyala, semakin membara,” ujarnya.
2027 Ditargetkan Berskala Internasional
Yoyok juga mengungkapkan rencana pengembangan Waroeng SS Gladi Panahan pada 2027. Momentum tersebut bertepatan dengan 25 tahun Waroeng SS Indonesia.
Selain Gladi Panahan Junior, Gladi Panahan Senior, dan Gladi Barebow, Waroeng SS berencana menambah Gladi Panahan Mahasiswa.
Seluruh rangkaian tersebut direncanakan digelar dengan skala internasional.
“Bismillah, kita canangkan mulai tahun ini, 2027 semua Gladhi Panahan ditambah Gladhi Panahan Mahasiswa akan dilaksanakan open international,” kata Yoyok.
Sementara itu, Ketua Umum Pengda Perpani DIY B.P.H. Kusumo Bimantoro mengatakan kejuaraan tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga menjadi ruang pembinaan atlet.
Ia mengingatkan para atlet agar menjaga konsentrasi, mengendalikan emosi, serta mempercayai proses latihan yang telah dijalani.
“Percayalah pada latihan-latihan yang sudah kalian jalani, dan juga jaga konsentrasi, jaga emosi, berikan usaha yang terbaik hingga anak panah yang terakhir,” ujar Kusumo.
Pembukaan kejuaraan dilakukan oleh Komandan Yon Arhanud 21 Paskat Letkol Pas Yosef Yohanes Abidonfundu. Ia menilai turnamen panahan bukan hanya berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter, disiplin, sportivitas, dan semangat pantang menyerah. (Fzn)