PEDOMANJOGJA

Piala Raja Hamengku Buwono X 2026 Diikuti 2.817 Atlet, Tahun Depan Ditargetkan Bertaraf Internasional

Redaksi

Redaksi

15 Sep 2026, 12:39 WIB
Piala Raja Hamengku Buwono X 2026 Diikuti 2.817 Atlet, Tahun Depan Ditargetkan Bertaraf Internasional
Gubernur DIY Sri Sultan HBX membuka Kejuaraan Nasional Bulutangkis Piala Raja Hamengku Buwono X ke-2 Tahun 2026 di GOR Lembah UGM Sleman, Yogyakarta, Selasa (15/9/2026).

Pedomanjogja.com (Sleman) – Kejuaraan Nasional Bulutangkis Piala Raja Hamengku Buwono X ke-2 Tahun 2026 resmi dibuka di GOR Lembah UGM, Selasa (15/9/2026).


Kejuaraan yang berlangsung selama enam hari, 15-20 September 2026, tersebut diikuti 2.817 atlet dari 26 provinsi dan 532 klub bulutangkis. Para atlet akan bertanding dalam 3.081 pertandingan yang digelar di 28 lapangan pada tiga gedung olahraga.


Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutannya mengatakan bulutangkis memang dikenal sebagai olahraga yang mengandalkan kecepatan. Namun, menurutnya, kecepatan saja tidak cukup untuk membawa seorang atlet mencapai kematangan.


Dalam setiap pertandingan, atlet dituntut mampu membaca ruang, menentukan waktu, mengambil keputusan, sekaligus mengendalikan diri ketika berada dalam tekanan.


“Di sanalah kematangan seorang atlet diuji, pada kemampuan menguasai kok dan lapangan, sekaligus pada kemampuan menguasai dirinya sendiri. Piala Raja hendaknya menjadi ruang tumbuh bagi kematangan semacam itu,” ujar Sri Sultan.


Menurut Sri Sultan, kompetisi bukan semata-mata tentang mencari pemenang. Proses yang dijalani atlet dalam mencapai prestasi juga memiliki nilai penting, mulai dari disiplin, sportivitas, persahabatan hingga menjaga kehormatan dalam pertandingan.


Ia pun meminta para atlet bertanding dengan kemampuan terbaik, menghormati lawan, mendengarkan arahan pelatih, serta menjaga martabat pertandingan.

“Prestasi memang dapat mengantarkan seseorang menuju podium, namun karakterlah yang menentukan, apakah kehormatan tetap menyertainya ketika ia turun dari podium,” katanya.


Sri Sultan berharap Piala Raja Hamengku Buwono X dapat melahirkan atlet yang tidak hanya kuat secara teknik, tetapi juga matang secara mental dan memiliki sikap yang baik.


Ia menilai kemenangan dalam olahraga tidak seharusnya membuat seorang atlet kehilangan kerendahan hati. Begitu pula kekalahan harus dapat diterima sebagai bagian dari proses tanpa menghilangkan kehormatan.


“Sebab dalam olahraga, kemenangan tertinggi adalah ketika kemampuan dan keluhuran budi berjalan seiring,” ujar Sri Sultan.


Bagian dari Pembinaan Bulutangkis Nasional


Sekretaris PBSI Ricky Subagja menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Kejurnas Bulutangkis Piala Raja Hamengku Buwono X ke-2.


Menurut Ricky, kejuaraan tersebut tidak sekadar menjadi rangkaian pertandingan, tetapi merupakan bagian dari kalender kejuaraan PBSI sekaligus sistem pembinaan prestasi bulutangkis nasional.


“Kompetisi sudah seharusnya menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembinaan. Pembinaan pun perlu dilakukan secara sistemik, terukur, berkelanjutan, dan berorientasi pada prestasi,” kata Ricky.


Ricky menegaskan, kemenangan bukan menjadi satu-satunya ukuran dalam sebuah pertandingan. Kekalahan, menurutnya, juga harus menjadi bahan pembelajaran bagi atlet, sedangkan kemenangan dapat menjadi motivasi untuk terus berkembang.

Seluruh rangkaian pertandingan pada 2026 akan digunakan PBSI sebagai bahan evaluasi untuk menyempurnakan sistem kompetisi dan pembinaan pada tahun-tahun berikutnya.


Salah satu hal yang diuji dalam Piala Raja 2026 adalah penerapan sistem skor baru 3x15.


Dalam sistem tersebut, pemain atau pasangan harus memenangi tiga gim dengan target 15 poin pada setiap gim. Sistem ini diharapkan membuat durasi pertandingan lebih singkat, tempo permainan lebih cepat, serta membantu proses pemulihan fisik pemain.


Ricky mengajak atlet, pelatih, official, dan seluruh perangkat pertandingan mengikuti sistem tersebut dengan baik sekaligus memberikan masukan selama pelaksanaannya.


Peserta Pecahkan Rekor, Tahun Depan Dibidik Jadi Ajang Internasional


Ketua PBSI DIY KPH Yudanegara mengatakan jumlah peserta Piala Raja tahun ini kembali menunjukkan tingginya antusiasme terhadap kejuaraan tersebut.


Sebanyak 2.817 atlet dari 26 provinsi dan 532 klub ambil bagian dalam kompetisi yang mempertandingkan 3.081 laga tersebut.


Menurut Yudanegara, jumlah peserta itu menunjukkan bahwa Piala Raja bukan hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga ruang pertemuan bagi semangat, prestasi, dan persaudaraan.


Ia berharap dari para atlet yang bertanding dalam Piala Raja nantinya dapat lahir juara nasional, Asia, dunia, hingga Olimpiade yang mampu mengibarkan bendera Merah Putih.


Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, Piala Raja mencatat rekor MURI sebagai kompetisi bulutangkis dengan jumlah peserta terbanyak di Indonesia. Rekor tersebut kembali dipertahankan pada penyelenggaraan tahun kedua dengan jumlah peserta yang lebih banyak.


Tidak berhenti pada level nasional, PBSI DIY berencana meningkatkan skala Piala Raja pada tahun depan menjadi kompetisi internasional.


“Kami berencana mengajak para peserta yang berasal dari Singapura, Malaysia, dan negara lainnya,” ujar Yudanegara.


Sementara untuk para atlet yang bertanding tahun ini, Yudanegara kembali mengingatkan pentingnya menjunjung sportivitas, bertanding dengan baik, serta menghormati lawan dan wasit.


Dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan atlet dan penerapan sistem pertandingan baru, Piala Raja Hamengku Buwono X 2026 tidak hanya menjadi arena perebutan prestasi, tetapi juga bagian dari evaluasi dan penguatan pembinaan bulutangkis nasional. (Fzn)

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Jadilah yang pertama berdiskusi...