PEDOMANJOGJA

Pertamax Turbo Drag Fest 2026 Resmi Masuk Kejurnas, 777 Starter Adu Cepat di Lanud Gading Gunungkidul

Redaksi

Redaksi

30 Aug 2026, 08:45 WIB
Pertamax Turbo Drag Fest 2026 Resmi Masuk Kejurnas, 777 Starter Adu Cepat di Lanud Gading Gunungkidul
Sebanyak 777 starter dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam Pertamax Turbo Drag Fest 2026 yang digelar di Lanud Gading, Wonosari, Gunungkidul pada Sabtu-Minggu, 29-30 Agustus 2026.

Pedomanjogja.com (Gunungkidul) - Sebanyak 777 starter dari berbagai daerah di Indonesia ambil bagian dalam Pertamax Turbo Drag Fest 2026 yang digelar di Lanud Gading, Wonosari, Gunungkidul pada Sabtu-Minggu, 29-30 Agustus 2026.


Gelaran tahun ini menjadi lebih istimewa. Untuk pertama kalinya, kategori drag race roda empat Pertamax Turbo Drag Fest masuk dalam agenda Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Drag Race.


Direktur Pemasaran Ritel PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan, masuknya ajang tersebut dalam kalender kejurnas menjadi babak baru bagi program event otomotif Pertamina Patra Niaga.


"Jadi babak baru program event Pertamina Patra Niaga karena diberikan kesempatan menjadi bagian dari kejurnas drag race," kata Eko saat pembukaan acara, Sabtu (29/8/2026).


Menurut Eko, status tersebut sekaligus menjadi bentuk pengakuan terhadap konsistensi Pertamina Patra Niaga dalam menyelenggarakan kegiatan otomotif.


Tak hanya soal status kejurnas, Pertamax Turbo Drag Fest 2026 juga memiliki format berbeda dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Tahun ini kompetisi digelar dalam dua seri.


Seri pertama berlangsung di Lanud Gading, Wonosari, Gunungkidul, sedangkan seri kedua dijadwalkan berlangsung di Lanud Sutan Sjahrir, Padang, Sumatera Barat, pada 14-15 November 2026.


Antusiasme peserta pun terus meningkat sejak ajang tersebut pertama kali digelar pada 2014. Peserta tidak hanya datang dari berbagai wilayah di Pulau Jawa, tetapi juga dari luar Jawa.


Pada penyelenggaraan tahun ini tercatat 479 starter mengikuti drag race, sedangkan 298 starter ambil bagian dalam drag bike.


"Pertamax Turbo Drag Fest 2026 ini menjadi ajang menampung talenta motorsport, menjadi ruang kompetisi positif bagi para pembalap dan komunitas dari berbagai daerah," ujar Eko.


Di sisi lain, gelaran tersebut juga menjadi ruang untuk menunjukkan performa Pertamax Turbo sebagai bahan bakar tunggal bagi kendaraan para starter.


Eko mengatakan penggunaan Pertamax Turbo sejalan dengan karakter produk beroktan tinggi tersebut yang memiliki RON 98 dan dirancang untuk mendukung performa mesin berteknologi tinggi.


Jadi Bagian Kejurnas

Ketua Komisi Drag Race IMI Pusat Dharma Srada mengungkapkan alasan Pertamax Turbo Drag Fest akhirnya disahkan menjadi bagian dari Kejurnas Drag Race.


Menurut dia, keputusan tersebut tidak lepas dari totalitas Pertamina Patra Niaga dalam menyelenggarakan event, termasuk dalam aspek keselamatan, keamanan dan sportivitas.


"Karena Pertamina tidak main-main, dari semua sisi saya akui jempolan semua," kata Dharma.


Ia menilai tiga aspek tersebut menjadi hal penting dalam sebuah perlombaan drag race. Namun, penyelenggaraan event juga tidak hanya berorientasi pada jalannya kompetisi.


Menurut Dharma, perhatian terhadap lingkungan serta dampak ekonomi juga menjadi bagian yang diperhatikan dalam Pertamax Turbo Drag Fest.


"(Pertamax Turbo Drag Fest) jadi role model event yang layak dicontoh," tuturnya.


Dokter yang Kembali Mengejar Gelar Juara

Di antara ratusan peserta, terdapat pembalap wanita asal Jawa Barat, Ester Rita. Ia kembali turun dalam Pertamax Turbo Drag Fest yang tahun ini memasuki penyelenggaraan ketiga.


Bagi Ester, ajang tersebut bukan sekadar kesempatan untuk kembali memacu kendaraan. Ia bersama timnya datang dengan target mempertahankan gelar juara umum yang sebelumnya berhasil diraih dalam dua penyelenggaraan pertama.


"Ini event keputaran yang tahun ke-3. Jadi tahun pertama, tahun ke-2 kita sudah sempat juara umum. Tahun ke-3 kita kejar lagi juara umumnya," ujar Ester.


Persaingan tahun ini, menurut Ester, semakin ketat. Peserta datang dari berbagai daerah, mulai Makassar, Jakarta hingga sejumlah wilayah di Pulau Jawa.


Ester sendiri mengikuti sejumlah kelas, mulai bracket 9 hingga bracket 17, baik untuk nomor 201 meter maupun 402 meter. Selain kemampuan pembalap dan kondisi kendaraan, kualitas bahan bakar juga menjadi perhatian timnya. Menurut dia, kualitas bahan bakar turut memengaruhi keluaran performa mesin.


"Karena memang kualitas dari bahan bakar ini memengaruhi hasil output dari mesinnya nanti," katanya.


Tak Hanya Balapan

Pertamax Turbo Drag Fest 2026 tidak hanya menyuguhkan persaingan di lintasan. Penyelenggara juga menghadirkan sejumlah aktivitas hiburan bagi masyarakat yang datang menyaksikan langsung gelaran tersebut.


Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah Taufiq Kurniawan mengatakan, pengunjung dapat menikmati konser musik, bazaar hingga official simulator MotoGP.


Masyarakat dapat menyaksikan rangkaian Pertamax Turbo Drag Fest 2026 secara gratis dengan memiliki aplikasi MyPertamina. Aplikasi tersebut juga digunakan sebagai sarana pendaftaran kompetisi.


Setelah seri perdana di Gunungkidul, rangkaian Pertamax Turbo Drag Fest 2026 akan berlanjut ke Sumatera Barat. Seri kedua dijadwalkan berlangsung di Lanud Sutan Sjahrir, Padang, pada 14-15 November 2026. (Fzn)

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Jadilah yang pertama berdiskusi...