PEDOMANJOGJA

Wamenkop: Pesantren Punya Potensi Besar Kembangkan Ekonomi Masyarakat

Redaksi

Redaksi

09 Sep 2026, 09:13 WIB
Wamenkop: Pesantren Punya Potensi Besar Kembangkan Ekonomi Masyarakat
Wakil Menteri Koperasi, Faridah Faricha menilai Pondok pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak pengembangan ekonomi masyarakat. Jum'at (28/08/2026)

Pedomanjogja.com (Sleman) - Pondok pesantren dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu penggerak pengembangan ekonomi masyarakat. Kekuatan tersebut tidak hanya bertumpu pada jumlah pesantren dan santri, tetapi juga pada nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kebermanfaatan yang telah menjadi bagian dari kehidupan pesantren.


Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Koperasi, Faridah Faricha, dalam Forum Majelis Pemberdayaan Indonesia sekaligus sosialisasi dan temu konsultasi data koperasi pondok pesantren yang digelar di Pondok Pesantren Mambaul Maarif, Jombang. Jum'at (28/08/2026).


Faridah mengatakan, lembaga keagamaan seperti pesantren memiliki kekuatan besar untuk menjadi pengungkit ekonomi bangsa. Menurutnya, potensi tersebut dapat dikembangkan melalui penguatan aktivitas ekonomi pesantren yang produktif, mandiri, dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.


“Ketika kita bicara industri pesantren, kita bicara bagaimana nilai luhur pesantren diterjemahkan menjadi kekuatan ekonomi yang produktif, mandiri, dan bermanfaat luas,” ujar


Faridah.

Ia menilai pengembangan ekonomi pesantren perlu dibangun melalui kepercayaan, peningkatan kolaborasi dan jaringan, serta penguatan nilai-nilai kegotongroyongan.


Potensi ekonomi pesantren tersebut juga terlihat dari semakin banyaknya pondok pesantren yang telah memiliki kegiatan usaha. Faridah menyebut, saat ini sekitar 49 persen pondok pesantren telah memiliki usaha yang tercatat.


Namun, keberadaan usaha tersebut menurutnya masih perlu diikuti dengan pengelolaan yang sehat dan profesional agar dapat berkembang secara berkelanjutan.


“Tantangannya adalah memastikan aktivitas ekonomi pesantren tumbuh sehat, profesional dan berkelanjutan. Di sinilah koperasi menjadi sangat relevan,” katanya.


Menurut Faridah, koperasi pondok pesantren memiliki kekuatan yang selaras dengan nilai-nilai yang selama ini diajarkan di lingkungan pesantren, salah satunya semangat ta'awun atau saling membantu.


Ia menjelaskan, semangat ta'awun dapat menemukan bentuk konkretnya melalui koperasi, termasuk koperasi pondok pesantren. Nilai kebersamaan, keadilan, dan kebermanfaatan yang diajarkan pesantren dapat diterjemahkan menjadi sebuah ekosistem ekonomi yang melibatkan warga pesantren.


“Ta'awun menemukan bentuknya dalam koperasi, termasuk koperasi pondok pesantren. Pesantren mengajarkan ta'awun, kebersamaan, keadilan dan kebermanfaatan. Koperasi menerjemahkannya menjadi ekosistem ekonomi sekaligus ruang belajar kewirausahaan bagi santri,” ungkapnya.


Forum tersebut diikuti ratusan pelaku koperasi pondok pesantren dan santri. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman mengenai pengembangan koperasi pesantren serta pentingnya data koperasi sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi pesantren yang lebih kuat.


Dengan potensi usaha yang terus berkembang dan dukungan nilai-nilai gotong royong, pesantren dinilai tidak hanya memiliki peran dalam pendidikan dan pembinaan keagamaan, tetapi juga berpeluang menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat secara lebih luas. (Fzn)

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Jadilah yang pertama berdiskusi...